PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Rumah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kraksaan, Abdur Rahman, di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, didatangi sejumlah orang pada Jumat petang, 18 April 2026. Menyikapi peristiwa itu, Rahman menegaskan pihaknya menyiapkan langkah hukum.
Rahman menyayangkan aksi tersebut karena dinilai telah menyeret persoalan organisasi ke ranah pribadi dan keluarga. Ia menegaskan perbedaan pandangan atau dinamika internal seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi.
“Ini urusan organisasi, bukan keluarga. Kejadian tersebut telah melukai keluarga saya dan tentunya organisasi,” kata Rahman, Sabtu, 19 April 2026.
Menurut dia, rumah tinggal bukan tempat yang tepat untuk menyampaikan tekanan ataupun protes. Tindakan itu justru menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan keluarganya.
Rahman menyebut pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait pihak-pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut. Karena itu, jalur hukum akan ditempuh sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap keluarganya.
“Kami sudah mengantongi bukti-bukti siapa otak dari kejadian itu. Sekali lagi ini persoalan organisasi dan bukan persoalan keluarga. Kami siap menempuh jalur hukum, apalagi kenyamanan keluarga saya telah terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Satuan Koordinasi Cabang Banser Kraksaan, Dwi Adi Hartoko, menegaskan aksi mendatangi rumah Ketua PC GP Ansor Kraksaan bukan instruksi resmi organisasi. Ia menyatakan tidak pernah mengeluarkan perintah kepada kader Banser untuk melakukan tindakan tersebut.
Menurut Dwi, aksi itu merupakan inisiatif pribadi dan tidak mencerminkan garis komando organisasi. Pihaknya juga memastikan akan melakukan penelusuran internal serta mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti terlibat.




