PILIHANRAKYAT.ID, Politisi Demokrat yang menjabat anggota DPR RI, Didi Irawadi Syamsuddin berkomentar juga terkait kasus terbunuhnya mahasiswa saat melakukan demonstrasi. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menjadi korban dari aparat bersenjat karena mahasiswa adalah rakyat sipil
“Mahasiswa sebagai rakyat sipil yg tidak bersenjata tidak boleh menjadi korban sewenang-wenangan aparat bersenjata”jelas Didi dalam rilisnya yang diterima tim Pilihanrakyat.id
“Senjata api tidak boleh digunakan utk membunuh rakyat sendiri, apalagi saat berdemo untuk memperjuangkan aspirasi atas terbitnya beberapa RUU yg dianggap tidak adil”lanjutnya.
Penggunaan peluru tajam yg telah menewaskan 1 orang mahasiswa Universitas UHO di Kendari tidak bisa ditolerir. Usut tuntas siapa pelakunya dan siapa dalang dibalik penembakan itu.
Didi sangat hawatir akan ada “bola liar” yang berakibat lebih fatal sehingga harus ada langkah cepat untuk menanganinya. Hal ini harus Presiden Jokowi yang turun tangan.
“Melihat eskalasi demo yg terus meningkat, jika tidak segera ada langkah cepat dan pasti dari Presiden Jokowi. Bukan tidak mungkin terjadi bola liar, sehingga bisa timbul korban2 baru lainnya. Presiden Jokowi harus turun tangan, meminta dengan tegas hentikan cara-cara represif menghadapi adik-adik mahasiswa dan siapapun rakyat yg sedang demo memperjuangkan aspirasinya”jelas Didi
Aksi turun jalan yang dilakukan oleh mahasiswa di berbagai tempat merupakan cara protes terhadap RUU yang tidak adil maka perbaiki akar permasalahannya dulu biar keadaan cepat tenang dan damai.
“Dan yg paling utama saat ini tentu selesaikan akar masalahnya, yakni segera benahi RUU yg tidak adil & tidak aspiratif yg telah menjadi pemicu aksi protes dan unjuk rasa di seluruh negeri. Sudah benar tentunya menunda seluruh RUU yg tidak adil. Selanjutnya bersama DPR periode yg baru segera perbaiki dan cabut pasal-pasal yg tidak adil bagi rakyat” tulis Didi
Jika ini terus dibiarkan maka akan timbul lagi korban yang baru sedangkan satu nyawa terlalu eman-eman jika mati sia-sia.
“Satu nyawa terbunuh sudah terlalu banyak. Jangan ada lagi anak bangsa yang harus mati sia-sia lagi” Tegasnya. (Cipto/PR.ID)




