Soal Elektabilitas Gibran, Bamsoet; Dulu Surveinya Jokowi Bagus? Tidak Juga Tapi Jadi

Bamsoet (foto: detik)
Bamsoet (foto: detik)

PILIHANRAKYAT.ID,Jakarta– Sejauh ini survei elektabilitas Gibran Rakabuming Raka masih di bawah Achmad Purnomo dalam kontestasi bakal calon walikota Solo. Survei tersebut, mendapat respon dari politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menilai ini hanya survei, coba bandingkan elektabilitas Gibran dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilgub DKI Jakarta pada 2012 silam.

“Soal survei kan kadang kita juga salah membaca survei. Memang dulu, Pak Jokowi ketika maju sebagai Gubernur DKI surveinya bagus? Nggak juga. Tapi jadi sebagai Gubernur DKI,” kata Bamsoet di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Tidak hanya itu, Bamsoet juga menanggapi anggapan yang menyebut pencalonan Gibran sebagai bakal calon wali kota Solo adalah upaya membangun dinasti politik Jokowi. Dia menegaskan setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mengikuti kontestasi pemilu.

Baca juga  KPK Rampungkan Pemeriksaan Enam Hari, 80 Saksi Kasus Ponorogo Dimintai Keterangan

“Ya menurut saya, setiap warga negara, kalau kita mengacu pada UUD 1945, berhak, siapapun, dia anak siapa, berhak melakukan, menjalankan hak-hak politiknya, termasuk juga mengajukan diri sebagai calon bupati, wali kota, gubernur, bahkan mungkin presiden, semua orang berhak,” sebutnya.

Bamsoet mengimbau publik berpikir objektif dalam menyikapi pencalonan Gibran. Menurutnya, saat ini keputusan memilih siapa wali kota Solo selanjutnya ada di tangan masyarakat.

“Kita tidak boleh apriori. Nah, tinggal sekarang pilihan ada di masyarakat,” ucap Ketua MPR RI itu.

Pencalonan Gibran memang terkesan politis, disamping karena Jokowi masih menjabat sebagai presiden, politik dinasti seakan-akan menjadi bahan pembicaraan publik.

Baca juga  Gibran Tidak di Dukung Jokowi, Prabowo; Saya Akan Dukung Gibran di Pilkada Solo

Sejurus dengan itu, lembaga survei Indo Barometer pernah melakukan survei elektabilitas pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI pada 2012 lalu. Berdasarkan survei Indo Barometer yang dilakukan pada 15-20 Mei 2012, elektabilitas Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih di bawah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Kala itu, elektabilitas Fauzi Bowo-Nachrowi berada di angka 49,8 persen. Sementara Jokowi-Ahok 16,4 persen.

Untuk elektabilitas Gibran sendiri disurvei oleh Median. Survei Median menyatakan elektabilitas Gibran masih di bawah Wakil Wali Kota Solo saat ini, Achmad Purnomo.

“Achmad Purnomo 45,0 persen, Gibran Rakabuming 24,5 persen, Budi Prasetyo 7,3 persen,” sebut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun. (Noeris/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *