News  

Tidak Menunggu Pelantikan, Panji Bangsa Hadir dan Beri Santunan Anak Yatim di Harlah Pon. Pes Mirqotul Ulum

PILIHANRAKYAT. ID, Probolinggo-Pondok Pesantren Mirqotul Ulum yang terletak di kawasan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, memperingati hari lahir (harlah) ke-83 dengan penuh khidmat. Sebagai salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di wilayah tersebut, peringatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap pendidikan dan pengabdian kepada umat.

Pesantren yang diasuh oleh Kyai Khozen Irsyad dikenal luas karena konsistensinya dalam menyediakan biaya pendidikan gratis bagi santri dari kalangan masyarakat kurang mampu. Langkah ini menjadi simbol nyata dari perjuangan pesantren dalam mewujudkan pendidikan Islam yang merata dan berkeadilan sosial.

Dalam rangkaian acara harlah, organisasi Panji Bangsa, yang merupakan sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), turut ambil bagian dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga  Eksekusi Lahan Alas Pandan Ditunda, DPRD Komisi I Dituding Halangi, Pengadilan Tegas Membantah

Perwakilan Panji Bangsa Kabupaten Probolinggo, Taufiq Hidayatullah, menyampaikan apresiasi atas peran besar yang dijalankan oleh Pondok Pesantren Mirqotul Ulum selama lebih dari delapan dekade.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Pesantren Mirqotul Ulum dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. Semoga pesantren ini terus menjadi pilar keilmuan dan perjuangan umat,” ujar Taufiq.

Dalam kesempatan tersebut, Taufiq juga menegaskan posisi ideologis Panji Bangsa sebagai bagian dari PKB.

“PKB adalah partai yang didirikan oleh ulama dan dibesarkan oleh ulama. Jadi, sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai sayap dari PKB untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, mengabdi, dan menjawab kebutuhan umat,” tegasnya.

Baca juga  Kisah Tragis Prilly Latuconsina Saat Syuting Film Horor

Acara harlah ke-83 ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, dengan diisi berbagai kegiatan seperti doa bersama, tausiyah kebangsaan, dan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim. Kegiatan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan elemen sosial-politik dalam membangun peradaban yang berbasis nilai-nilai Islam.

Pondok Pesantren Mirqotul Ulum kembali menunjukkan bahwa usia yang panjang bukan hanya soal sejarah, tapi juga tentang keberlanjutan pengabdian dan keteladanan dalam mendidik serta melayani umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *