PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Kolaborasi antara TNI Angkatan Laut (AL) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membuahkan hasil luar biasa. Melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), sebanyak 8.027 rumah tak layak huni berhasil direnovasi dan kini menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini telah berjalan selama hampir satu dekade dan terus menunjukkan dampak positif, terutama di wilayah pesisir yang menjadi fokus utama renovasi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program Rutilahu bukan sekadar perbaikan fisik rumah, tetapi juga wujud nyata komitmen negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan pemenuhan hak dasar warga.
“Program ini bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan tempat tinggal yang layak, terutama bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kami ingin hadir untuk rakyat,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (05/08/2025).
Target Tuntas 300 Rumah Tahun Ini
Pada tahun 2025, sebanyak 300 unit rumah ditargetkan selesai direnovasi dalam waktu 90 hari. Wilayah sasaran mencakup:
Kabupaten Probolinggo: 100 unit
Kota Probolinggo: 100 unit
Kabupaten Pasuruan: 70 unit
Kabupaten Magetan: 30 unit
Danlantamal V Surabaya, Laksamana Pertama TNI Arya Delano, menyatakan bahwa kehadiran TNI dalam program ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya bertugas menjaga laut, tapi juga hadir langsung di tengah rakyat. Program Rutilahu ini adalah ladang pengabdian kami untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat pesisir,” ujarnya.
Dukungan untuk Visi Nasional
Renovasi 8.027 rumah di Jawa Timur ini sejalan dengan visi pemerintah pusat yang menargetkan pembangunan dan renovasi 3 juta rumah dalam lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini menyasar masyarakat miskin yang tinggal di rumah dengan lantai tanah, dinding tak permanen, dan kondisi sanitasi yang buruk. Pemerintah berharap upaya ini dapat mendorong peningkatan kualitas hidup dan mengurangi kesenjangan sosial di wilayah Jawa Timur.




