Daerah  

Video yang Beredar, Aliansi BEM Probolinggo Raya Nyatakan Penolakan Tegas terhadap Tambang di Raja Ampat

PILIHANRAKYAT. ID, Probolinggo-Gelombang penolakan terhadap rencana pertambangan di kawasan Raja Ampat terus meluas. Melalui sebuah video yang beredar di media sosial, teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Probolinggo Raya menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk aktivitas tambang di wilayah konservasi tersebut.

Dalam video berdurasi sekitar 1 Menit lebih, sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Probolinggo tampak menyuarakan penolakan tambang di Raja Empat

Saat dikonfirmasi terkait video yang beredar, salah satu mahasiswa dalam video tersebut menyampaikan

“Kami, Aliansi BEM Probolinggo Raya, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pertambangan di Raja Ampat. Kerusakan ekosistem laut dan darat yang akan ditimbulkan tidak sebanding dengan keuntungan jangka pendek dari aktivitas tambang tersebut. Kami berdiri bersama masyarakat adat Papua yang mempertahankan tanah leluhurnya” kata Dendi Kordinator Aliansi BEM Probolinggo Raya

Baca juga  Kandang Ayam di Probolinggo Terbakar, 20 Ribu Bibit Hangus

Video ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis lingkungan, akademisi, dan masyarakat umum.

Dendi juga menegaskan bahwa Raja Empat bukan hanya sebuah pulau

Koordinator Aliansi BEM Probolinggo Raya, Ahmad Faiz, saat dihubungi menyatakan bahwa video tersebut adalah bagian dari gerakan solidaritas mahasiswa untuk menolak perusakan lingkungan.

Baca juga  Benarkah Konsep Omnibus Law Ciptakan Percepatan Pembangunan?

“Raja Ampat adalah salah satu warisan alam dunia. Kehadirannya harus dilestarikan, bukan dirusak oleh kepentingan korporasi tambang.

Karena Raja Empat bukan hanya sebatas pulau. Kami akan terus menggalang solidaritas dan menyuarakan penolakan ini,” tambahnya

Aliansi BEM Probolinggo Raya juga menyerukan kepada pemerintah pusat untuk segera mencabut izin tambang yang mengancam kawasan Raja Ampat, serta memastikan perlindungan bagi masyarakat adat yang mempertahankan ruang hidup mereka.

Aksi digital ini rencananya akan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan offline, termasuk diskusi publik dan aksi damai di berbagai titik di Probolinggo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *