PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Yayasan Tarbiyatul Islam Walisongo di Banyuanyar Tengah memutuskan menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil setelah muncul sederet persoalan serius, mulai dari kualitas masakan yang buruk, distribusi yang amburadul, hingga dugaan keracunan pada sejumlah siswa.
Ketua Yayasan, Ahmad Ubaidillah atau yang dikenal Gus Ubaid, menyebut langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab. “Kami tidak ingin respon positif masyarakat terhadap program MBG berubah menjadi tanggapan negatif hanya karena tata kelola yang tidak baik dari pihak penyedia,” ujarnya, Kamis, 3 Oktober 2025.
Sejak hari pertama distribusi, kata Ahmad, keluhan soal makanan basi sudah berulang kali muncul. Bahkan ia sendiri sempat merasakan sayuran basi yang dibawa pulang anak-anaknya. Evaluasi internal yayasan juga menemukan adanya siswa yang mengalami muntah-muntah setelah menyantap hidangan dari penyedia makanan, SPPG.
“Ini sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan. Keamanan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” tegas Gus Ubaid
Yayasan menilai penghentian sementara adalah langkah paling tepat sembari menunggu evaluasi menyeluruh dan musyawarah bersama pihak penyedia, pengurus yayasan, serta pimpinan tertinggi lembaga.
“Kami sangat mendukung program ini, tapi kualitas dan tata kelolanya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai niat baik memberikan gizi terbaik justru berbalik menjadi ancaman kesehatan,” kata Ahmad.
Penghentian program MBG di Walisongo ini diharapkan menjadi momentum perbaikan, sehingga ketika kembali dijalankan, kualitas, keamanan, dan distribusi makanan benar-benar sesuai standar.




