PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Hujan deras, petir, dan angin kencang membayangi sejumlah wilayah di Jawa Timur. Selama periode 30 November 9 Desember 2025, sebanyak 29 kabupaten/kota di provinsi itu dinyatakan masuk status siaga cuaca ekstrem.
Menurut peringatan dari BMKG (Stasiun Juanda), kondisi atmosfer mulai dari gelombang atmosfer, suhu permukaan laut, hingga kelembapan memanas di sejumlah perairan sekitar Madura dan pesisir selatan Jawa Timur. Kombinasi faktor inilah yang dikhawatirkan bisa memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah Terimbas
Daerah yang masuk dalam daftar siaga cuaca ekstrem meliputi kabupaten seperti Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Magetan, Malang, Mojokerto, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Situbondo, Sumenep, Tuban serta kota/kabupaten seperti Kota Batu, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, sampai ibu kota provinsi, Surabaya.
Artinya: termasuk daerah Anda Probolinggo berada dalam zona potensi cuaca ekstrem dan pantas mendapat perhatian serius.
Potensi Bahaya: Banjir, Longsor, Angin Kencang
Peramal cuaca memperingatkan bahwa periode siaga ini bisa memicu hujan lebat, angin kencang, dan petir. Bila terjadi intensitas tinggi, komunitas di daerah rawan seperti bantaran sungai, lereng, atau kawasan dengan drainase buruk harus siap menghadapi risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Imbauan untuk Warga & Pemerintah Daerah
Waspada terhadap perubahan cuaca terutama saat hujan disertai petir atau angin kencang. Kalau memungkinkan, tunda aktivitas di luar rumah saat peringatan dikeluarkan;
Menghindari area rawan, baik di pinggir sungai maupun lereng bukit;
Menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, pelindung, obat-obatan dasar bila terjadi situasi mendadak;
Memastikan saluran drainase bersih agar air hujan bisa mengalir bebas;
Rutin memantau informasi resmi dari BMKG atau pemerintah daerah untuk mendapatkan peringatan dini.
Bagi pemerintah daerah, penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi krusial di masa siaga ini: pembersihan drainase, pemantauan titik rawan longsor dan banjir, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat agar tak terlena.




