PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa 93 persen anggaran program gizi nasional tahun 2026 dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggaran tersebut, kata dia, disalurkan langsung ke daerah guna memastikan distribusi manfaat lebih cepat dan tepat sasaran.
Dadan menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibuluh 1, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 28 Februari 2026. Menurut dia, fokus pengalokasian anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat intervensi gizi, khususnya bagi anak sekolah dan kelompok rentan.
“Sebanyak 93 persen anggaran gizi nasional 2026 kami arahkan untuk Program Makan Bergizi Gratis yang langsung dijalankan di daerah,” ujar Dadan. Ia menambahkan, skema ini dirancang agar pemerintah daerah memiliki peran lebih besar dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Melalui penyediaan makanan bergizi secara cuma-cuma, pemerintah berharap angka stunting dan masalah kekurangan gizi dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dadan menjelaskan, penyaluran anggaran dilakukan melalui satuan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah. Model distribusi ini dinilai lebih efektif karena mendekatkan layanan kepada penerima manfaat sekaligus mempermudah pengawasan.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut. BGN, kata dia, akan melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kualitas makanan dan ketepatan sasaran program tetap terjaga.
Dengan porsi anggaran yang dominan untuk MBG, pemerintah berharap intervensi gizi dapat berjalan lebih masif dan terintegrasi, sejalan dengan target peningkatan kesehatan dan kualitas generasi mendatang.




