PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 1-5 Agustus 2026. Kepastian jadwal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis.
“Insya Allah Muktamar NU akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus tahun 2026,” kata Saifullah Yusuf.
Meski jadwal pelaksanaan telah diputuskan, PBNU hingga kini belum menentukan lokasi penyelenggaraan muktamar. Sejumlah daerah disebut telah mengajukan diri menjadi tuan rumah kegiatan lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Saifullah menyebut beberapa daerah yang mengusulkan diri sebagai tuan rumah antara lain Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Namun, penentuan lokasi masih menunggu hasil pembahasan internal PBNU.
“Ada beberapa daerah yang mengusulkan untuk menjadi tuan rumah seperti misalnya NTB, Sumatera Barat, dan di Jawa Timur. Tapi semuanya nanti tentu tergantung pada hasil rapat dengan mempertimbangkan berbagai hal termasuk akses, sarana prasarana, dengan pertimbangan waktu yang sangat pendek, sekitar dua bulan,” ujarnya.
Menurut Saifullah, agenda utama Muktamar ke-35 NU adalah pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya. Selain itu, forum tersebut juga akan memilih tokoh-tokoh yang masuk dalam jajaran Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
AHWA merupakan forum yang memiliki kewenangan dalam mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU. Karena itu, proses pemilihan anggota AHWA menjadi bagian penting dalam rangkaian muktamar.
PBNU saat ini juga tengah mematangkan berbagai persiapan menuju pelaksanaan muktamar, termasuk melakukan verifikasi terhadap peserta yang memiliki hak suara.
Sebelum Muktamar ke-35 digelar, PBNU dijadwalkan lebih dahulu mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) pada Juni 2026. Hasil Munas dan Konbes itu nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam muktamar.
Muktamar sebelumnya atau Muktamar ke-34 NU berlangsung di Lampung pada 2021. Dalam forum tersebut, Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.




