Ini Tujuh Rekomendasi Hasil ISRL Yogyakarta


PILIHANRAKYAT.ID, YOGYAKARTA – Pagelaran International Symposium On Religiuos Life (ISRL) kedua di Yogyakarta tujuh poin rekomendasi. ISRL dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 7 November lalu dan ditutp oleh Direktur ICRS UGM Yogyakarta Dr. Siti Syamsiatun Jumat, 9 November 2018 lalu.

Baca Juga:

 Berikut ini tujuh poin rekomendasi yang dirumuskan:

1. Mendorong dibentuknya Asosiasi Studi Agama (International Association for the Study of Religion and Society-IASRS) dan Penerbitan Jurnal International.

2. Penyelenggaraan ISRL berikutnya tahun 2020 di Denpasar, Bali.

Baca juga  Saat Resmikan Alih Status IAIN Parepare dan Bone, Menag Merasa di Rumah Sendiri

3. Agama semakin nyata dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia dan belahan dunia yang multikultur dan terbelah: Moderasi, Fragmentasi dan Radikalisasi. Untuk itu penguatan nilai-nilai dominan yang bersifat komunal dari penduduk lokal yang harus dihormati oleh kelompok pendatang. Dalam konteks inilah sikap wasathiyah atau moderasi beragama perlu dikedepankan oleh setiap pemeluk agama.

4. Dari berbagai hasil kajian dan penelitian menunjukkan bahwa agama semakin mendapatkan tempat dalam semua level kehidupan masyarakat. Dalam hal relasi agama dan budaya secara empirik di Indonesia dan di belahan dunia nyata dan termanifestasi.

Baca juga  Pasca Kehilangan Koper Wisatawan, Pengamanan Gunung Bromo Dievaluasi

5. Menyepakati dan menyebarluaskan Pemikiran substansi “Pemufakatan Yogyakarta” yang didasari bahwa aktifitas keagamaan dan kebudayaan, harus dapat berkembang dan hidup berdampingan secara harmoni, rukun bersama, demi untuk merawat keutuhan masyarakat Indonesia dan dunia yang plural dan multikultural.

6. Pembentukan chapter atau representatives dr berbagai negara dan benua.

7. Seluruh organ kementerian agama terlibat dlm mendorong moderasi agama pd tiap level dgn menggali kembali dan mempromosikan kearifan loka dan mempromosikan kehidupan keagamaan yang toleran di indonesia berbasis pengalaman ke level dunia.

Pewarta: Fera Agustina
Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *