PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kasus dugaan penganiayaan siswa oleh seorang kepala sekolah negeri di Kabupaten Probolinggo mendapat respons cepat dari berbagai pihak. Setelah orang tua korban, Waris Santosa, warga Kelurahan Patokan, Kraksaan, mendatangi kantor DPRD setempat, desakan mutasi bagi kepala sekolah tersebut semakin menguat.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, menegaskan perlunya langkah tegas dari Dinas Pendidikan. “Mutasi kepala sekolah harus segera dilakukan agar tidak mengganggu psikologis siswa dan proses belajar mengajar,” kata Muchlis, Rabu (03/09/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nur Jayadi, memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Ia mengaku sudah melayangkan surat ke Bupati Probolinggo untuk memproses permintaan mutasi. “Kami sudah menyampaikan surat ke Bupati agar segera diproses. Terkait permintaan dari DPRD dan keluarga korban, kami sependapat. Iya, kepala sekolah tersebut akan dimutasi, tinggal menunggu keputusan Bupati,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan Pilihanrakyat.id. Rabu (03/09/2025).
Dwijoko menegaskan, langkah mutasi merupakan tindakan tegas yang akan diambil oleh Dinas Pendidikan demi menjaga iklim pendidikan yang sehat dan aman. “Ini bentuk ketegasan kami, agar kasus seperti ini tidak berulang,” kata dia.
Sementara itu, keluarga korban berharap proses hukum tetap berjalan, sekaligus memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali.




