PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo menerima laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang kepala sekolah negeri terhadap siswanya. Laporan itu disampaikan Waris Santoso bersama kuasa hukumnya, Pradipto Atmasunu, atau yang akrab disapa Dicky, saat mendatangi gedung DPRD, Selasa.
Dalam pengaduan tersebut, turut hadir Arief Hidayat dari Komisi IV DPRD yang membidangi pendidikan. Ia ikut mendampingi sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan.
Anggota Komisi I, Muchlis, yang hadir bersama Abdul Basit, menyatakan sikap tegas atas kasus tersebut. Menurutnya, Kepala Dinas Pendidikan harus turun langsung menyelesaikan persoalan ini, sementara oknum kepala sekolah pelaku penganiayaan harus segera dimutasi.
“Sebetulnya perkara seperti ini tidak perlu sampai masuk ranah hukum jika Dinas hadir dan meminta kepala sekolah menyelesaikan secara kekeluargaan. Tapi fakta ini membuktikan bahwa Dinas lamban mengatasi hal sekecil ini,” kata Muchlis.
Muchlis juga menegaskan, mutasi kepala sekolah adalah langkah yang paling tepat agar suasana belajar di sekolah tetap kondusif. “Kalau tidak segera diganti, suasana sekolah akan terus gaduh. Mutasi itu penting supaya iklim belajar tetap segar dan nyaman,” ujarnya.
Kuasa hukum ayah korban, Dicky, menyatakan sepakat dengan sikap yang disampaikan Muchlis. Ia menilai mutasi menjadi langkah realistis demi menjaga ketenangan siswa dan suasana sekolah. “Kami sepakat dengan Komisi I. Mutasi kepala sekolah adalah solusi agar kondisi sekolah tetap kondusif dan anak-anak bisa belajar dengan tenang,” ujar Dicky.
Muchlis kembali menyesalkan keterlambatan Dinas Pendidikan dalam menangani persoalan tersebut. “Kalau saja sejak awal direspons dengan cepat, kasus ini mungkin tidak sampai mencuat,” kata Muchlis.
Sampai berita ini dinaikkan, belum ada konfirmasi dari pihak Dinas Pendidikan Kab. Probolinggo.




