PILIHABRAKYAT.ID, Probolinggo-Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Kecamatan Krejengan kembali terdampak banjir pada Rabu, 21 Januari 2026, atau kurang dari satu pekan setelah banjir sebelumnya terjadi pada Sabtu malam, 17 Januari 2026.
Di Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, air kembali merendam permukiman warga. Di sebagian wilayah, ketinggian banjir dilaporkan mencapai leher orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian warga menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Jims, warga Desa Opo-opo, menyayangkan banjir yang kembali terjadi dalam waktu singkat. Ia menilai belum ada penanganan serius untuk mencegah luapan sungai di wilayah tersebut.
“Banjir yang kemarin belum selesai dibersihkan, malah banjir lagi,” kata Jims, Rabu, 21 Januari 2026.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk mencegah banjir berulang. Salah satu tuntutan utama adalah pendalaman sungai di wilayah Krejengan yang dinilai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, sehingga mudah meluap saat hujan deras.
“Warga sangat berharap sungai di wilayah Krejengan secepatnya diperdalam agar tidak mudah meluap,” ujar Jimbe.
Selain Kecamatan Krejengan, banjir juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Probolinggo pada hari yang sama. Beberapa kawasan di Kecamatan Kraksaan dan Paiton turut terdampak, meski dengan tingkat genangan yang bervariasi.
Namun hingga berita ini dinaikkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait wilayah mana saja yang terdampak banjir. Belum ada keterangan rinci mengenai jumlah desa terdampak, ketinggian genangan, maupun estimasi kerugian akibat bencana tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah dan BPBD segera turun tangan, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga melalui langkah pencegahan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.




