News  

Menperin: Industri Manufaktur Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sektor manufaktur masih menjadi motor utama penggerak ekonomi nasional. Kontribusi industri pengolahan dinilai konsisten menopang pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global dan perlambatan ekonomi sejumlah negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. Ia menilai industri otomotif menjadi salah satu subsektor strategis yang berperan besar dalam menjaga kinerja manufaktur nasional.

Menurut Agus, industri manufaktur tidak hanya menyumbang besar terhadap produk domestik bruto (PDB), tetapi juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, serta penguatan struktur industri nasional. Pemerintah, kata dia, terus mendorong penguatan sektor ini melalui kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan dan daya saing.

Baca juga  Jokowi Menyebut Radikalisme Seperti Manipulator, Zainut; Saya Tidak Mempersalahkannya

Agus menyebut industri otomotif memiliki efek berganda yang luas karena melibatkan rantai pasok dari hulu hingga hilir. Mulai dari industri baja, komponen, hingga sektor jasa pendukung, seluruhnya turut bergerak seiring pertumbuhan industri kendaraan bermotor.

Ia juga menyinggung pentingnya transformasi industri otomotif menuju kendaraan ramah lingkungan. Pemerintah, menurut Agus, berkomitmen mendukung pengembangan kendaraan listrik melalui insentif, peningkatan kandungan lokal, serta pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi.

Baca juga  Peretas Situs Kemendagri Tertangkap

Penyelenggaraan IIMS 2026 dinilai menjadi indikator optimisme pelaku industri otomotif nasional. Pameran ini menunjukkan minat investasi dan inovasi masih terus tumbuh, sekaligus mencerminkan kepercayaan industri terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Ke depan, Agus berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat posisi manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian nasional, sekaligus menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *