News  

Korea Bebaskan Visa Turis RI, Kaisar Minta Pemerintah Siapkan Langkah Resiprokal

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pemerintah Korea Selatan mengumumkan kebijakan bebas visa percobaan bagi wisatawan Indonesia yang bepergian dalam kelompok minimal tiga orang. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Seoul untuk menarik 30 juta wisatawan mancanegara, dengan memanfaatkan gelombang popularitas budaya Korea atau K-Wave yang masih kuat.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Kaisar Abu Hanifah, menilai kebijakan tersebut tidak bisa dibaca sekadar sebagai kabar baik. Menurut dia, langkah Korea merupakan strategi terukur yang perlu direspons secara serius oleh pemerintah Indonesia.

“Korea sedang bermain serius. Presidennya memimpin langsung rapat strategi pariwisata nasional yang melibatkan 15 kementerian. Kita perlu bertanya, seberapa serius kita merespons?” ujar Kaisar pada Jumat, 27 Februari 2026.

Baca juga  Ribuan Warga Probolinggo Gelar Aksi “Jogo Probo”, Serukan Penjagaan Kondusivitas Daerah

Kaisar mengatakan kebijakan bebas visa itu bersifat asimetris. Korea membuka akses bagi turis Indonesia, namun Indonesia perlu memastikan ada timbal balik yang setara dan menguntungkan. Ia menekankan pentingnya menghitung neraca pariwisata kedua negara, termasuk potensi devisa yang bisa diperoleh Indonesia jika wisatawan Korea terdorong berkunjung ke berbagai destinasi di Tanah Air.

Menurut legislator daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, ada tiga langkah yang perlu segera ditempuh Kementerian Pariwisata. Pertama, memanfaatkan momentum ini untuk menegosiasikan kemudahan akses resiprokal bagi wisatawan Korea yang ingin datang ke Indonesia, termasuk memangkas proses yang dinilai masih berbelit.

Kedua, pemerintah perlu masuk langsung ke ekosistem industri perjalanan Korea. Ia menilai kolaborasi dengan jaringan agen perjalanan dan komunitas K-pop di Korea bisa lebih efektif ketimbang kampanye promosi satu arah. Paket wisata gabungan, seperti rute Seoul–Bali atau Seoul–Yogyakarta, dinilai berpotensi meningkatkan arus kunjungan dua arah.

Baca juga  Komisi II DPRD Probolinggo Soroti Perumdam Bayuangga, Direksi Akan Dipanggil

Ketiga, Kaisar menekankan pembenahan infrastruktur dan kualitas layanan sebagai fondasi utama. “Bukan soal promosi. Tanpa pembenahan nyata di lapangan, kebijakan visa apa pun tidak akan menghasilkan lonjakan kunjungan yang berkelanjutan,” kata dia.

Ia menambahkan, Korea tengah mengejar target ambisius 30 juta wisatawan dengan rencana yang konkret dan koordinasi lintas kementerian. “Indonesia dengan segala kekayaan destinasi yang kita miliki seharusnya tidak kalah ambisius. Yang dibutuhkan bukan hanya niat, tapi koordinasi lintas kementerian yang serius dan terukur,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *