PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pemerintah menegaskan pentingnya penguatan skema link and match antara pendidikan dan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) muda nasional. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 27 Februari 2026.
Menurut Airlangga, transformasi ekonomi nasional membutuhkan dukungan tenaga kerja yang terampil dan adaptif terhadap perubahan teknologi serta dinamika industri global. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan, pelatihan vokasi, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci untuk menekan kesenjangan kompetensi di pasar kerja.
Ia menyebutkan, penguatan konektivitas kurikulum dengan kebutuhan riil industri harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dunia usaha, kata dia, perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan kurikulum, penyediaan magang, hingga proses rekrutmen tenaga kerja.
Pemerintah juga mendorong optimalisasi berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan lulusan pendidikan menengah dan tinggi memiliki keterampilan yang relevan, khususnya di sektor-sektor prioritas yang menopang pertumbuhan ekonomi.
Airlangga menambahkan, pengembangan SDM menjadi bagian integral dari agenda transformasi struktural ekonomi. Dengan talenta muda yang kompeten, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang bonus demografi sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan komitmennya untuk terus mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat implementasi program link and match. Sinergi pemerintah, industri, dan institusi pendidikan diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.




