PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Nasional Hospital menggandeng PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk untuk memperluas layanan kesehatan terintegrasi bagi pegawai, nasabah, dan masyarakat Jawa Timur. Kerja sama ini diumumkan pada Senin sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antarlembaga berbasis pelayanan publik.
Direktur Utama Nasional Hospital, Hendera Henderi, mengatakan sinergi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses layanan medis berkualitas di wilayah Jawa Timur. “Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Bank Jatim. Ini adalah sinergi dua institusi kebanggaan Jawa Timur untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hendera, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada layanan pengobatan, tetapi juga mencakup aspek preventif. Program seperti pemeriksaan kesehatan berkala (medical check up), vaksinasi, serta edukasi kesehatan menjadi bagian dari layanan yang akan dikembangkan bersama.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan medis komprehensif dengan dukungan teknologi modern. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus ke luar negeri,” kata Hendera.
Sementara itu, Vice President Divisi Kelembagaan Bank Jatim, Rohman Subiyantoro, menilai kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan pegawai Bank Jatim yang jumlahnya cukup besar.
Menurut Rohman, Bank Jatim secara rutin memberikan fasilitas medical check up kepada pegawai setiap dua tahun. Ia berharap Nasional Hospital dapat menjadi mitra utama dalam penyediaan layanan tersebut.
Selain untuk pegawai, kerja sama ini juga membuka peluang penyediaan layanan kesehatan bagi nasabah Bank Jatim, termasuk segmen prioritas. Integrasi layanan direncanakan mencakup akses langsung maupun berbasis digital guna meningkatkan kemudahan bagi masyarakat.
“Kami ingin memberikan layanan terbaik bagi nasabah, termasuk kemudahan akses fasilitas kesehatan,” ujar Rohman.




