Daerah  

Dinkes Probolinggo Gelar Skrining TBC dengan Mobile X-Ray di Kecamatan Bantaran

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bersama Yayasan Kemitraan Strategis Tuberkulosis Indonesia (STPI) dan Puskesmas Bantaran menggelar skrining Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) melalui layanan Mobile X-Ray di Kantor Kecamatan Bantaran, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut menyasar 176 warga di Kecamatan Bantaran.

Skrining dibuka oleh Camat Bantaran Junaedi didampingi Kepala Puskesmas Bantaran Radityo Utomo serta Wasor TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo Sulistiani Trisnoharini. Program ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini kasus TBC, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita.

Pelaksanaan skrining meliputi pemeriksaan gejala, layanan kesehatan, edukasi mengenai bahaya dan penularan TBC hingga pemeriksaan penunjang menggunakan Mobile X-Ray bagi warga yang berisiko.

Baca juga  Peringatan Isra Mi'raj di Yayasan Darus Sholihin Berlangsung Khidmat

Camat Bantaran Junaedi mengatakan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan hingga masyarakat. Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.

“Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dan pengendalian TBC dapat berjalan optimal. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan juga menjadi kunci utama,” kata Junaedi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika menjelaskan kegiatan skrining sistematis tersebut bertujuan memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif melalui pemeriksaan foto toraks yang terintegrasi dengan program kesehatan masyarakat.

Menurut Nina, skrining dilakukan agar deteksi dini terhadap masyarakat yang diduga terpapar TBC bisa dilakukan lebih cepat, khususnya bagi kelompok rentan dan kontak erat pasien TBC. Selain itu, petugas kesehatan juga dapat menentukan warga yang memenuhi syarat untuk mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Baca juga  Polres Probolinggo Kota Tangkap Tiga Spesialis Curanmor, Begini Modusnya!

“Kami ingin menemukan terduga TBC sejak awal, memberikan rujukan pemeriksaan bakteriologis serta memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria mendapatkan TPT dan pendampingan pengobatan secara optimal,” ujarnya.

Selain pemeriksaan medis, kegiatan tersebut juga diiringi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan guna mencegah penularan TBC di lingkungan sekitar.

Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap skrining ACF TBC berbasis Mobile X-Ray dapat meningkatkan angka penemuan kasus TBC, mempercepat penanganan pasien serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *