PILIHANRAKYAT.ID, Pekanbaru-Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, melakukan koordinasi sekaligus meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Ahad, 14 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi karhutla di Riau serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung yang digunakan dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Dalam pertemuan itu, Rustian menerima paparan dari Komandan Satgas Udara Karhutla Riau, Kolonel Penerbang Andry Setiawan. Satgas melaporkan bahwa penanganan karhutla di Riau menunjukkan perkembangan positif. Selama satu pekan terakhir, tidak terjadi penambahan luas lahan yang terbakar.
Menanggapi laporan tersebut, Rustian menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Karhutla Riau yang dinilai berhasil menjaga kondisi tetap terkendali. Menurut dia, situasi yang kondusif saat ini diharapkan dapat dipertahankan hingga berakhirnya musim kemarau.
“Keberhasilan ini menunjukkan upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan berjalan efektif. Harapannya, cakupan lahan yang terbakar dapat ditekan dan dampak karhutla terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Rustian dalam keterangannya.
Meski kondisi saat ini relatif aman, Rustian mengingatkan bahwa Riau masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi. Karena itu, seluruh unsur satgas diminta tetap siaga dan terus mempersiapkan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan potensi kebakaran.
BNPB, kata dia, juga siap memberikan dukungan tambahan apabila diperlukan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah tersebut. Dukungan itu mencakup kebutuhan personel, logistik maupun sarana pendukung operasi.
Usai melakukan koordinasi, Rustian meninjau sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digunakan dalam operasi udara penanganan karhutla. Tahun ini BNPB menyiapkan tujuh armada udara yang terdiri atas satu helikopter patroli, satu pesawat Caravan untuk pemantauan udara, serta lima helikopter water bombing. Namun saat ini, satu unit helikopter water bombing dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di Provinsi Aceh sehingga tersisa empat unit yang beroperasi di Riau.




