PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax akan kembali turun dalam beberapa bulan ke depan seiring melandainya harga minyak mentah dunia. Penurunan harga tersebut diyakini akan membantu meredakan tekanan inflasi.
“Saya harapkan nanti setelah harga minyak dunia turun pelan-pelan, harga Pertamax juga akan turun mengikuti harga minyak dunia. Jadi tekanan terhadap inflasi akan segera berkurang,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Purbaya menilai kenaikan inflasi yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor-faktor yang bersifat sementara, terutama kenaikan harga pangan dan energi. Menurut dia, tekanan tersebut diperkirakan mereda seiring penurunan harga komoditas di pasar global.
Ia menambahkan, inflasi inti (core inflation) masih berada pada level yang relatif terkendali, yakni 2,76 persen. Kondisi itu menunjukkan bahwa kenaikan inflasi bukan dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat, melainkan akibat fluktuasi harga sejumlah komoditas.
“Core inflation masih di 2,76 persen, jadi kenaikan inflasi bukan karena permintaan yang terlalu tinggi, tetapi lebih disebabkan harga-harga yang berfluktuasi, seperti minyak, BBM, dan pangan. Dalam beberapa bulan ke depan seharusnya tekanan itu mulai menghilang,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kenaikan sebesar 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi bulanan.
Menurut Ateng, komoditas yang paling besar mendorong inflasi kelompok transportasi adalah bensin dengan andil 0,21 persen, disusul tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen dan oli mesin sebesar 0,01 persen.
Ia menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi memberikan dampak signifikan terhadap inflasi. Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara dipicu meningkatnya permintaan selama masa libur sekolah.




