Indonesia dan Australia Luncurkan Katalis 2.0 untuk Perkuat Perdagangan dan Investasi

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pemerintah Indonesia dan Australia resmi meluncurkan program Katalis 2.0 sebagai bagian dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Program tersebut ditujukan untuk memperkuat perdagangan dan investasi bilateral sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara.

Peluncuran Katalis 2.0 dilakukan oleh Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, , bersama Wakil Menteri Perdagangan RI, , di Jakarta, Senin. Program ini didanai Pemerintah Australia dan dijalankan melalui kemitraan dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung implementasi IA-CEPA melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai lembaga ekonomi.

Thistlethwaite mengatakan Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Menurut dia, kerja sama tersebut akan menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemakmuran bersama bagi kedua negara.

Baca juga  Kandang Ayam di Probolinggo Terbakar, 20 Ribu Bibit Hangus

Sementara itu, Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan Indonesia berkomitmen memperluas peluang perdagangan dan investasi yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional. Menurut dia, kemitraan dengan Australia juga diharapkan membuka akses yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Katalis 2.0 merupakan kelanjutan dari fase pertama program Katalis yang berlangsung pada 2021–2025. Pada fase kedua ini, program akan difokuskan pada perluasan perdagangan dan investasi, penguatan institusi pendukung, serta peningkatan partisipasi kelompok yang selama ini kurang terwakili, termasuk perempuan, dalam aktivitas ekonomi.

Baca juga  Syair atau Dadham Ulama untuk Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Deputi Bidang Pengembangan Makro , , mengatakan kemitraan internasional yang kuat memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. Menurut dia, kolaborasi yang memperkuat institusi, mendorong inovasi, dan memobilisasi investasi akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *