PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Honda CB350 Special Edition menawarkan formula sederhana: mempertahankan karakter motor klasik, lalu memberinya sentuhan baru pada tampilan dan teknologi. Model ini menyasar pengendara yang tidak sekadar mencari kendaraan, tetapi juga menginginkan identitas dari sebuah motor bergaya retro.
Honda Motorcycle & Scooter India memperkenalkan CB350C Special Edition pada September 2025. Di pasar India, motor ini dipasarkan mulai 201.900 rupee. Angka tersebut setara sekitar Rp40 jutaan berdasarkan konversi kasar dan belum memperhitungkan pajak maupun biaya apabila motor didatangkan ke Indonesia.
Perubahan paling mudah terlihat ada pada desain. Honda memberikan grafis bergaris pada tangki dan sepatbor. Logo CB350C juga mendapat desain baru, sedangkan beberapa bagian diberi sentuhan krom. Pilihan warna seperti Rebel Red Metallic dan Matt Dune Brown semakin mempertegas karakter klasik motor tersebut.
Di balik tampilannya, Honda masih mempertahankan mesin satu silinder 348,36 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 21 bhp pada 5.500 rpm dengan torsi maksimum 29,5 Nm pada 3.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual lima percepatan.
Angka tersebut menunjukkan karakter CB350 Special Edition yang tidak berorientasi pada kecepatan ekstrem. Torsi besar pada putaran rendah lebih cocok untuk pengendaraan santai di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah. Karakter ini sekaligus menjadi salah satu daya tarik motor bergaya roadster klasik.
Honda membekali motor ini dengan sejumlah fitur modern. Di antaranya dual-channel ABS, Honda Selectable Torque Control, assist dan slipper clutch, serta Honda Smartphone Voice Control System. Panel instrumennya memadukan desain analog dengan informasi digital.
Untuk kaki-kaki, CB350 Special Edition menggunakan suspensi teleskopik di depan dan suspensi belakang dengan peredam nitrogen. Sistem pengereman mengandalkan cakram depan dan belakang yang dipadukan dengan ABS dua kanal. Ban tubeless pada pelek alloy turut menjadi bagian dari paketnya.
Dengan tinggi jok sekitar 800 milimeter dan bobot sekitar 186 kilogram, CB350 Special Edition bukan motor yang ringan. Dimensi dan bobot tersebut justru memberikan kesan kokoh yang lazim ditemukan pada motor klasik berkapasitas mesin besar.
Kelebihan utamanya terletak pada desain dan karakter mesin. Honda tidak mengubah formula utama CB350, melainkan mempercantiknya melalui edisi khusus. Konsekuensinya, konsumen tidak mendapatkan lonjakan performa yang berarti dibandingkan model standar.
Honda CB350 Special Edition pada akhirnya bukan motor untuk mereka yang mengejar angka tenaga terbesar. Ia lebih tepat untuk pengendara yang menyukai tampilan klasik, karakter mesin bertorsi dan fitur modern dalam satu paket. Label Special Edition di sini lebih banyak berbicara soal gaya daripada perubahan mekanis.




