PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Kementerian Sosial memperkuat penanganan kedaruratan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdampak pada tujuh kabupaten. Pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik, layanan dapur umum, serta dukungan psikososial bagi warga terdampak.
Tujuh daerah tersebut ialah Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat. Gempa terjadi pada 15 Agustus 2026 dan hingga Jumat, 21 Agustus 2026, status penanganan masih berada pada fase tanggap darurat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kemensos bergerak bersama pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
“Jadi saat ini statusnya masih tanggap darurat. Kebutuhan-kebutuhan yang kemudian kita mobilisasi adalah kebutuhan-kebutuhan darurat,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kemensos telah menyalurkan 48 ton beras dan 13.100 paket sembako ke tujuh kabupaten tersebut. Paket bantuan antara lain berisi beras, telur, minyak goreng, serta kebutuhan pangan lainnya. Bantuan juga mencakup perlengkapan pengungsian dan kebutuhan dapur umum.
Pemerintah juga menambah cadangan logistik atau bufferstock dari tiga gudang, yakni Gudang Logistik Bekasi, Gudang Logistik Sentra Efata Kupang, dan Gudang Logistik Dinas Sosial Provinsi NTT. Bantuan tambahan itu antara lain berupa 8.000 paket makanan siap saji, 3.224 paket makanan anak, 5.700 tenda gulung, 69 tenda keluarga, 38 tenda serbaguna, serta 1.600 family kit.
Selain itu, Kemensos menyiapkan 1.096 paket kids ware, 1.000 kasur, 3.900 selimut, 150 paket sandang dewasa, 800 paket sandang anak, 800 shower kit, lima dapur umum lapangan, 12 lampu darurat, 10 unit SHS 500, empat toilet portabel, empat tenda induk, dan 116 velbed.
Di tengah keterbatasan akses pangan, Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama berbagai unsur di lapangan mengoperasikan tujuh dapur umum. Dari dapur tersebut, sebanyak 22 ribu porsi nasi bungkus diproduksi setiap hari untuk warga terdampak.
“Untuk tujuh dapur umum, setiap harinya kita memproduksi sebanyak 22.000 porsi di tujuh kabupaten yang terdampak bencana di NTT,” kata Agus.
Menurut Agus, kebutuhan warga tidak berhenti pada pangan dan sandang. Pemulihan listrik, ketersediaan bahan bakar minyak, jaringan komunikasi, air bersih, serta layanan kesehatan juga menjadi bagian dari penanganan darurat.
“Kita juga memastikan jaringan listrik juga harus segera pulih, kemudian stok BBM juga harus segera ada, termasuk kemudian kebutuhan dokter, yang ada di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Kemensos memberikan santunan Rp 15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia. Adapun korban luka mendapatkan santunan Rp 5 juta. Dukungan psikososial juga diberikan, terutama kepada anak-anak, lansia, dan warga yang mengalami trauma akibat bencana.
Distribusi bantuan sempat menghadapi kendala. Cuaca dan gelombang menghambat pengiriman melalui jalur laut. Sejumlah jalur darat juga terganggu akibat longsor dan material batu.
Untuk mempercepat penyaluran, Kemensos tidak hanya mengandalkan gudang logistik. Pemerintah membeli sejumlah kebutuhan di kota-kota terdekat dari wilayah terdampak. Kemensos juga berkoordinasi dengan Bulog setempat untuk menjaga ketersediaan beras dan bahan pangan.
Agus mengatakan pendataan warga terdampak masih berlangsung. Pemerintah turut mengidentifikasi warga yang mengungsi secara mandiri agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi pengungsian resmi.
Penanganan, kata Agus, tidak akan berhenti setelah status tanggap darurat dicabut. Pemerintah akan melanjutkan penanganan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dengan melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Setelah tanggap darurat selesai, proses selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Agus.
Kemensos menyatakan dukungan akan tetap diberikan kepada masyarakat terdampak, termasuk mereka yang nantinya menempati hunian sementara maupun hunian tetap.
“Kalau ke depannya masyarakat masih membutuhkan bantuan-bantuan darurat, tentunya Kemensos akan berusaha sekuat-kuatnya untuk memberikan bantuan-bantuan darurat tersebut,” kata Agus.




