Daerah  

Cuaca Jawa Timur 3 September 2026: Kemarau Masih Dominan, Gelombang Selatan Jatim Capai 2,8 Meter

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Cuaca di Jawa Timur pada Kamis, 3 September 2026, masih didominasi kondisi kering seiring berlangsungnya musim kemarau. Namun, masyarakat pesisir perlu mewaspadai kondisi laut selatan Jawa Timur karena tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,8 meter.

Berdasarkan pembaruan Stasiun Klimatologi Jawa Timur, curah hujan pada dasarian pertama September atau periode 1–10 September 2026 secara umum diprakirakan berada dalam kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter. Peluang terjadinya curah hujan dalam kategori tersebut lebih dari 90 persen.

Kondisi itu sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebut awal September masih didominasi cuaca panas dan kering. Meski demikian, peluang hujan lokal tetap ada di sejumlah wilayah.

Baca juga  Harlah PKB ke-27, Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo Gelar Aksi Sosial Hapus Tato

Selain kondisi daratan, BMKG mengeluarkan perhatian khusus untuk wilayah perairan. Prakiraan cuaca Samudra Hindia selatan Jawa Timur pada 3 September menunjukkan cuaca berawan hingga berawan tebal. Angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 13–15 knot dan hembusan hingga 25 knot.

Tinggi gelombang di wilayah tersebut diprakirakan mencapai 2,5–2,8 meter atau masuk kategori tinggi. Kondisi ini berlangsung sepanjang Kamis, dengan gelombang sekitar 2,8 meter pada dini hari dan secara bertahap berada di kisaran 2,5–2,6 meter pada siang hingga malam hari.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di sejumlah perairan utara Jawa Timur. Di Laut Jawa bagian timur, BMKG memprakirakan cuaca berawan tebal pada Kamis sore hingga malam. Tinggi gelombang sekitar 1,5 meter dengan angin timur hingga tenggara sekitar 15 knot.

Baca juga  Probolinggo Rafting Beri Pengalaman Berkesan bagi Rombongan Puskesmas Kotaanyar

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur juga mencatat sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria kekeringan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari, berdasarkan pembaruan 31 Agustus 2026.

Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca, terutama warga yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut. Kondisi gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan selatan Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *