PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Jembatan bailey di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah selesai dirakit dan siap digunakan. Namun jembatan darurat tersebut belum dibuka untuk kendaraan karena rehabilitasi Jembatan Pajarakan sebagai jembatan utama belum dimulai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Wahyu Wibowo mengatakan jembatan bailey baru akan difungsikan setelah Jembatan Pajarakan ditutup untuk proses rehabilitasi.
“Sesuai rencana, jembatan bailey difungsikan kalau Jembatan Pajarakan sudah ditutup dan direhabilitasi. Karena Jembatan Pajarakan belum ditutup, maka jembatan bailey belum boleh dilintasi,” kata Wahyu.
Mundurnya pelaksanaan rehabilitasi membuat jembatan bailey yang telah rampung dirakit belum dapat digunakan. BBPJN pun melakukan pengawasan rutin untuk mencegah kendaraan melintas sebelum waktunya.
Di sisi timur jembatan, yang merupakan ruas jalan dengan lajur searah, petugas memasang water barrier. Pembatas tersebut dimaksudkan untuk mencegah kendaraan berbelok ke kiri dan masuk ke jembatan bailey.
“Kami awasi agar tidak dilewati sebelum waktunya. Sebab, penggunaan sebelum waktunya berpotensi mengurangi kekuatan konstruksi jembatan,” ujar Wahyu.
Menurut dia, persiapan rehabilitasi Jembatan Pajarakan sebenarnya telah dilakukan sesuai tahapan pekerjaan. Salah satunya dengan merakit jembatan bailey sebagai jalur sementara selama jembatan utama direhabilitasi.
Jembatan darurat tersebut memiliki panjang bentang 48 meter dan lebar lantai 4,20 meter. Konstruksinya dapat dilintasi kendaraan dengan bobot maksimal 10 ton, sehingga kendaraan pribadi dan kendaraan dengan muatan ringan dapat menggunakannya.
Ketika rehabilitasi Jembatan Pajarakan dimulai, BBPJN akan memasang portal pada dua pintu masuk jembatan bailey. Portal di sisi timur memiliki tinggi 2,8 meter dan lebar 3,8 meter. Adapun portal di sisi barat memiliki tinggi 2,8 meter dan lebar 4,40 meter.
BBPJN juga memasang marking kalibrasi untuk memantau kondisi konstruksi jembatan. Penanda tersebut digunakan untuk memastikan tidak terjadi perubahan pada struktur jembatan selama digunakan.
“Sambil menunggu petunjuk dari pimpinan kapan pastinya rehabilitasi Jembatan Pajarakan akan dilaksanakan, pengawasan jembatan bailey terus dilakukan,” kata Wahyu.
Dengan pengawasan tersebut, BBPJN berharap jembatan darurat tetap dalam kondisi optimal hingga waktunya dibuka dan digunakan sebagai jalur pengganti selama rehabilitasi Jembatan Pajarakan.




