PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalihkan lokasi penerimaan bantuan untuk penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Mulai Senin, 7 September 2026, bantuan yang sebelumnya diterima di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Halim Perdanakusuma dialihkan ke Gudang Logistik dan Peralatan BNPB di Jatiasih, Kota Bekasi.
BNPB mengambil keputusan itu setelah pola penyaluran bantuan di wilayah terdampak mulai berubah. Kondisi penanganan darurat dinilai semakin membaik, sementara aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat mulai kembali bergerak. Sebagian besar pengungsi juga telah kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Selain itu, bantuan dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat telah banyak disalurkan langsung ke wilayah terdampak.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB sekaligus Koordinator Posduklognas Halim Perdanakusuma, Andi Eviana, mengatakan pemindahan lokasi penerimaan tidak berarti distribusi bantuan dihentikan.
“Barang bantuan logistik di gudang Jatiasih akan segera kami kirimkan ke NTT,” kata Eviana.
Menurut dia, BNPB saat ini mengoptimalkan jalur transportasi darat untuk mengirim bantuan. Langkah tersebut ditempuh karena kondisi penerbangan masih terkendala akibat penutupan bandara.
BNPB tetap menyiapkan jalur udara melalui kerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Pesawat Hercules akan kembali digunakan ketika kondisi penerbangan di wilayah terdampak memungkinkan.
Posduklognas Halim Perdanakusuma mulai beroperasi pada 15 Agustus 2026. Pos tersebut berfungsi menerima, mencatat, menyimpan, dan mendistribusikan bantuan logistik serta peralatan dari berbagai pihak ke tujuh kabupaten terdampak di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Nagekeo, dan Ngada.
Hingga Ahad, 6 September 2026, total bantuan yang masuk ke Posduklognas Halim mencapai 2.177.517 kilogram atau sekitar 2.177 ton. Sebanyak 2.142.507 kilogram, atau sekitar 98,39 persen, telah didistribusikan. Adapun sekitar 35.010 kilogram atau 35 ton masih tersimpan di gudang.
Distribusi bantuan dilakukan melalui sejumlah moda transportasi. BNPB mencatat 44 sortie pesawat TNI Angkatan Udara mengangkut 638.319 kilogram bantuan. Selain itu, 71 sortie pesawat kargo komersial membawa 1.065.000 kilogram bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP).
Pengiriman juga dilakukan melalui tiga perjalanan kapal yang melibatkan dua kapal TNI Angkatan Laut dengan total muatan 294.082 kilogram. Sebanyak 145.106 kilogram bantuan lainnya dikirim menggunakan 16 truk.
Data tersebut menunjukkan Posduklognas Halim telah berfungsi sebagai simpul konsolidasi dan distribusi bantuan dari berbagai sumber. Integrasi moda transportasi menjadi salah satu faktor penting agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.
BNPB Apresiasi 196 Donatur
BNPB juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh pihak yang ikut mendukung penanganan darurat gempa NTT. Sebanyak 196 donatur dari organisasi, kementerian dan lembaga, serta pihak swasta tercatat menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, perlengkapan, dan peralatan masyarakat terdampak.
“Kami mewakili pimpinan, Bapak Kepala BNPB, menyampaikan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi, yang telah men-support, yang telah mengirim bantuan melalui BNPB untuk keluarga kita yang terdampak di Provinsi NTT,” ujar Eviana.
BNPB mengatakan dukungan terhadap wilayah terdampak akan terus diberikan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga didorong menjalankan penanggulangan bencana secara terkoordinasi, terpadu, dan akuntabel.
Koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan akan diperkuat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi hingga proses pemulihan berlangsung secara bertahap.




