PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ribuan santri dan warga mengikuti Jalan Sehat Bersarung yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kraksaan bersama Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah di Klaseman, Ahad, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Mengusung tema “Ikhtiar Sehat, Menjunjung Adab, Merawat Ukhuwah”, peserta memulai perjalanan dari halaman Pondok Pesantren Raudhatul Jannah dan berakhir di Lapangan Jatiadi.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris, yang akrab disapa Gus Haris, hadir melepas peserta. Ia mengatakan sarung bukan sekadar pakaian, melainkan simbol identitas dan budaya santri yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Hari ini kita jalan santai bersarung. Ini adalah identitas santri, yang mana sarung merupakan bagian dari identitas budaya. Santri telah berjuang nyata demi kemerdekaan Indonesia. Tanpa adanya peran santri, tidak akan ada kemerdekaan,” ujar Gus Haris.
Ia juga mendorong para santri agar berani mengambil peran di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, kesehatan, dan keamanan, tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri.
“Santri harus siap menjadi pemimpin dan menjadi apa saja. Kalian boleh menjadi polisi, tentara, dokter, atau profesi apa pun, tetapi jangan pernah melupakan identitas sebagai seorang santri,” katanya.
Menurut Gus Haris, jalan sehat bersarung tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat silaturahmi antara masyarakat dan kalangan pesantren.
“Semoga kehadiran kita di sini membawa berkah dan barokah. Kita tidak hanya berjalan sehat menjaga stamina, tetapi juga memelihara tali silaturahim,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dengan antusiasme peserta hingga garis finis di Lapangan Jatiadi. Momentum ini sekaligus menjadi ruang kebersamaan untuk merawat tradisi pesantren di tengah kehidupan masyarakat.




