Presiden Jokowi Mengsinergikan Visi-Misinya dengan Mengenang Sejarah Nabi Muhammad SAW

Jokowi dan Maulid Nabi (foto: ist)
Jokowi dan Maulid Nabi (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pasalnya, Jokowi ingin membangun Indonesia maju dengan merefleksikan perjuangan Nabi Muhammad SAW pada zaman dulu.

Jokowi sudah menjelasakan bahwa, Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan. Yang patut kita semua ikuti dan Nabi Muhammad, kata dia, menjadi panutan lantaran mampu mengubah umat manusia menjadi lebih baik.

“Yang mengubah umat dari mengutamakan kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama,” kata Jokowi dalam akun Instagramnya menyambut maulid Nabi Muhammad, Sabtu, 9 November 2019.

Itu sebabnya kenapa kita harus mengetahui sejarah perjuangan Nabi Muhammad, karena visi-misi Indonesia sama yaitu ingin memajukan Bangsa Indonesia seperti apa yang dulu Nabi Muhammad Dulu merubah ummat manusia yang lebih baik.

Baca juga  Bahan Bakar Pertamax di Oplos! Simak Harga Pertamax Per 1 Maret

Atas dasar itu, menurut Jokowi, sikap Nabi Muhammad ini layak diteladani terutama dalam rangka membangun Indonesia. “Semangat perubahan seperti yang dilakukan Rasulullah itu kami teladani dalam membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang maju”.

Bukan hanya Presiden Jokowi saja yang ingin mengsinergiskan visi-misi itu. Akan tetapi nampak Wakil Presiden juga senada dengan apa yang dijelaskan oleh Presiden Jokowi.

Pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin senada dengan Jokowi pada maulid Nabi kali ini. Menurut Ketua Umum Majelis Ulama non aktif itu, mengubah kebiasaan buruk umatnya, Nabi Muhammad mengedepankan pendekatan lewat hati. “Perubahan yang dilakukan Rasul adalah perubahan pada manusianya. Dari akidah, cara berpikir, dan perilakunya,” kata Ma’ruf di Istana Negara, tadi malam.

Baca juga  Jaksa KPK, Tuntut Eks Mensos Juliari Batubara 11 Tahun, Gak Jadi Seumur Hidup

Semangat perubahan Rasulullah SAW ini, menurut Ma’ruf, yang ingin pemerintah tiru dalam memajukan Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah memprioritaskan pembangunan SDM.

“Manusia yang unggul yang ingin kami bangun adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, mempunyai daya saing, dan berakhlak karimah.” Akhlak karimah adalah perilaku terpuji. (Rifa’i/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *