Isro’ Mi’roj Ala Masyarakat Pegunungan

Ust Syamsuddin saat memberi penjelasan isro' mi'roj di Mushalla Darul Ibad

PILIHANRAKYAT.ID, Krucil-Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi umat islam khususnya di kawasan Kec. Krucil Probolinggo.

Masyarakat Desa Watupanjang juga tidak mau ketinggalan dalam momen bersejarah dalam perjalanan Nabi Muhammad saat melakukan Isro’ Mi’roj. Semua itu dilakukan dengan hati yang senang dan sangat antusias, sebab peranyaan tersebut sebagai bentuk kecintaan umat islam pada kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Syamsuddin sebagai tokoh agama di RT 02/ RW 01 Desa Watupanjang Kec. Krucil menjelaskan akan perjalanan Kanjeng Nabi Muhamad saat melakukan Isro’ dan Mi’roj.

Baca juga  RUU KUHP Membawa Indonesia Melanggar Hak Asasi Manusia

“Isro’ Mi’roj nikah, perjalanan kanjeng nabi Muhammad dari Mekah ke Masjidil Aqso dan ke langit untuk ngadep ka Pangeran (Isro’ Mi’roj itu, Perjalanan Kanjeng Nabi Muhammad dari Mekah ke Masjidil Aqso dan ke langit Untuk Menghadap Tuhan (Allah SWT; Red)” kata Syamsuddin saat memberi penjelasan terkait Isro’ Mi’roj, Senin (28/2/2022).

Baca juga  Ruwatan Wiji Agung Warnai Pawai Budaya Krucil, Watupanjang Raih Juara III

Masyarakat di Rt 02 sangat antusias, terbukti banyak masyarakat yang hadir walaupun kondisi alam tidak mendukung (Gerimis).

“Ya kalau sudah nyampek waktunya isro’ mi’roj, bagaimanapun tetap usaha kumpul walaupun tidak punya uang” ungkap Abdullah saat ditemui oleh wartawan Pilihanrakyat.id

“semua itu bentuk kecintaan masyarakat pada keanjeng nabi dan saya yakin pasti ada gantinya” tambahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *