PILIHANRAKYAT.ID, YOGYAKARTA – Mendung yang menggelayuti Yogyakarta sore ini tak mampu meredam amarah ratusan massa aksi dari Aliansi BEM Nusantara DIY dan BEM PTNU DIY. Bersatu dalam tajuk “Aksi Solidaritas Kemanusiaan Melawan Penindasan”, mereka mengepung Gedung DPRD DIY dengan satu suara: mengutuk aksi pengecut penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus.
Mahasiswa menegaskan bahwa air keras yang melukai raga aktivis adalah upaya nyata untuk melumpuhkan nalar kritis bangsa. Namun, aliansi ini justru membalasnya dengan pesan yang membakar: Semakin Disiram, Semakin Melawan!
Melawan Budaya Impunitas
Dalam orasinya yang berapi-api, Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Muhammad Miftahun Ni’am, menyoroti bahwa kasus ini adalah “puncak gunung es” dari rapuhnya perlindungan terhadap pejuang kemanusiaan.
“Negara sedang tidak baik-baik saja ketika zat kimia dijadikan alat untuk membungkam kebenaran. Kami tidak butuh sekadar ‘simpati’ dari pemerintah, kami butuh reformasi hukum! UU Peradilan Militer Tahun 1997 sudah kadaluwarsa secara moral dan hukum. Selama aturan ini belum direformasi, maka impunitas akan tetap menjadi hantu yang menakuti para pejuang rakyat,” tegas Ni’am di bawah kepulan asap tuntutan mahasiswa.
Manifesto Perlawanan Mahasiswa DIY:
Melalui press release ini, Aliansi BEM Nusantara DIY & BEM PTNU DIY mengeluarkan Manifesto Kemanusiaan yang menuntut:
Hancurkan Aktor Intelektual: Mendesak kepolisian untuk tidak hanya menangkap ‘tangan’ pelaksana, tapi menyeret ‘otak’ di balik teror air keras Andrie Yunus ke ruang publik.
Runtuhkan Tembok Impunitas: Menuntut DPR RI segera mencabut dan merevisi UU No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Mahasiswa menegaskan: Tidak boleh ada kasta di depan hukum!
Proteksi Mutlak Aktivis HAM: Mendesak negara menciptakan ekosistem demokrasi yang aman, di mana suara kritis tidak dibalas dengan teror fisik maupun digital.
Solidaritas Rakyat Semesta: Menyerukan kepada seluruh elemen sipil untuk merapatkan barisan melawan normalisasi kekerasan yang dilakukan oleh kekuatan struktural.
Aksi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari eskalasi gerakan yang lebih besar. Mahasiswa DIY bersumpah akan terus berdiri sebagai tameng bagi mereka yang ditindas dan menjadi pengingat keras bagi penguasa bahwa demokrasi tidak bisa dibungkam oleh cairan kimia.
DEMOKRASI TAK BISA DIBELI, KEADILAN TAK BOLEH MATI!




