Daerah  

Asesmen BAN-PT di STAINQ Probolinggo, Prodi Manajemen Dakwah Bidik Peningkatan Mutu

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Suasana akademik tampak semarak di Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Qadim (STAINQ) selama pelaksanaan asesmen lapangan Program Studi Manajemen Dakwah oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 8–10 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung AMMA STAINQ Jabung Wetan, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Dua asesor BAN-PT, yakni Imron Rosidi dan Saerozi, hadir untuk melakukan penilaian terhadap berbagai aspek akademik dan tata kelola program studi. Kehadiran keduanya disambut pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa STAINQ.

Ketua STAINQ, Syaiful Anam, mengatakan asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam upaya kampus membangun budaya mutu pendidikan tinggi. Menurut dia, akreditasi bukan hanya berkaitan dengan peringkat institusi, tetapi juga tentang konsistensi menjaga kualitas layanan pendidikan.

“Akreditasi bukan hanya tentang nilai atau peringkat, tetapi tentang bagaimana kampus terus menjaga kualitas dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” kata Syaiful dalam sambutannya.

Baca juga  Kejari Probolinggo Resmikan Pondok Rehabilitasi Adhyaksa Saka 9

Selama asesmen berlangsung, tim asesor melakukan verifikasi dokumen akademik, wawancara dengan sivitas akademika, serta observasi terhadap sarana dan prasarana kampus. Berbagai dokumen terkait tata kelola program studi, proses pembelajaran, hingga pelayanan mahasiswa dipresentasikan secara langsung di hadapan asesor.

Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Agus Angga Rizky, menyebut asesmen lapangan menjadi momentum evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas program studi. Ia berharap hasil asesmen dapat membawa capaian terbaik bagi Prodi Manajemen Dakwah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Prodi Manajemen Dakwah memiliki komitmen kuat dalam pengembangan akademik dan pelayanan mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, asesor BAN-PT Saerozi menegaskan bahwa asesmen lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian data yang dilaporkan perguruan tinggi dengan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, budaya mutu menjadi faktor utama dalam pengembangan perguruan tinggi.

Baca juga  Harlah ke-92, Ansor Kraksaan Gelar Bakti Tani di Kelurahan Patokan

“Kami melihat adanya semangat yang baik dari seluruh civitas akademika. Yang paling penting dalam akreditasi bukan hanya kelengkapan administrasi, tetapi bagaimana budaya mutu itu benar-benar dijalankan dalam aktivitas akademik sehari-hari,” katanya.

Keterlibatan mahasiswa juga terlihat selama proses asesmen berlangsung. Salah satu mahasiswi Prodi Manajemen Dakwah, Sinta Ratna, mengaku bangga dengan upaya kampus meningkatkan kualitas pendidikan melalui proses akreditasi tersebut.

Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Manajemen Dakwah STAINQ Probolinggo diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai program studi yang adaptif dan berdaya saing, sekaligus melahirkan lulusan dakwah yang profesional di tengah tantangan perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *