Esport  

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

banner 468x60

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya dilayani saat top up voucher game online Rp 800 ribu. Mereka mempertanyakan kebijakan pelayanan Indomaret.

Dalam video yang beredar, terdengar orangtua menyalahkan kasir Indomaret, karena memperbolehkan anaknya yang di bawah umur membeli isi ulang game online seharga Rp800.000.

“Beli game online di Indomaret, anak di bawah umur, Rp800.000 diterima. Kok diterima, kan nggak wajar. Berarti Anda tidak ada menjaga privasi konsumen. Kalian hanya cari keuntungan saja,” kata orangtua dalam video tersebut yang diunggah Rabu (12/5/2021).

Adapun, kasir membela diri mengatakan, bahwa dia hanya menjalankan tugasnya melayani pembeli.

“Tugas kami kan hanya melayani, kami nggak ada batasannya berapa banyak orang mau membeli,” kata kasir tersebut.

”Berarti ini beli game online di Indomaret Simpang Mayang Perdagangan seberang,” balas si orang tua.

Menanggapi video orangtua tersebut, tidak sedikit yang justru membela kasir Indomaret ini. Rata-rata komentar mereka mengatakan pengawasan anak terkait game online seharusnya menjadi tugas orang tua, bukan kasir Indomaret.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyeru semua pihak untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif game.

“Dalam perspektif perlindungan anak maka negara, pemerintah, pemerintah daerah, korporasi, keluarga, dan orang tua perlu memberikan proteksi,” kata Ketua KPAI Susanto Rabu (12/5/2021).

Lebih lanjut ia dan jajaranya akan menelaah perihal peristiwa yang menyedot perhatian itu. Yang jelas, anak perlu dilindungi lewat pendidikan yang baik.

“Jadi dalam kasus tersebut, semua mesti memiliki komitmen yang sama untuk melindungi anak,” kata Susanto.

Video yang diunggah akun Twitter @ndagels pada Rabu (12/5/2021) pukul 04.13 WIB. Saat ini, cuitan yang menampilkan vido itu di retweet, dikomentari dan disukai ribuan warganet.

(RED/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *