Cerpen  

Cerita Untuk Najwa

Cerpen Dwi Intan Humaira  Najwa, masih ingatkah kamu dengan puisi yang terpajang di majalah dinding edisi Valentine waktu kita SMA dulu? Puisi itu bertulis nama khas pengarang yang tidak asing…

Cerpen  

Pisau Ingatan Bulan April (Bagian Kedua)

Karya: Didik Hariayanto Aku sudah berjanji dengan diriku sendiri dan aku sudah menceritakannya pada orang-orang. Bahwa aku punya impian kepadamu. Aku ingin membagi semua pengalamanku padamu. Surat-surat ini, hanya berisi…

Cerpen  

Maya Bunda Yana

Cerpen: Baron van Warno Oktaviana Maya Dewi, namamu masih melekat di dinding ruang ingatan, utuh. Sebagaimana waktu dulu, ketika kau masih menjadi Mahasiswi dan aktif di pergerakan. Jika aku mampu…

Cerpen  

Malam Di Blandongan

Cerpen: Dwi Intan Humaira  Aku membuka pembincangan seraya meletakkan ransel di kursi ketika Dige duduk lalu menatapku. Ia tersenyum. Senyum pelenyap suara bising di langit-langit Blandongan. Sambari menunggu pesanan datang,…

Cerpen  

Percakapan Senja yang Patah

Fiksi Mini: Didik Hariyanto  Menjelang senja sesuatu terjadi dalam sekejap rasa dan prasangka yang menjalar ke syaraf-syaraf otak. Tak berhenti menusuk-nusuk pikiran dan perasaan. Semacam ada luka semacam nyeri akan…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.