Cerpen Dwi Intan Humaira Najwa, masih ingatkah kamu dengan puisi yang terpajang di majalah dinding edisi Valentine waktu kita SMA dulu? Puisi itu bertulis nama khas pengarang yang tidak asing…
Cerpen
Pisau Ingatan Bulan April (Bagian Kedua)
Karya: Didik Hariayanto Aku sudah berjanji dengan diriku sendiri dan aku sudah menceritakannya pada orang-orang. Bahwa aku punya impian kepadamu. Aku ingin membagi semua pengalamanku padamu. Surat-surat ini, hanya berisi…
Maya Bunda Yana
Cerpen: Baron van Warno Oktaviana Maya Dewi, namamu masih melekat di dinding ruang ingatan, utuh. Sebagaimana waktu dulu, ketika kau masih menjadi Mahasiswi dan aktif di pergerakan. Jika aku mampu…
Pisau Ingatan Bulan April (Bagian Pertama)
Surat Cinta Didik Hariayanto Bulan April tahun 2013 hari ke-14, aku mengingatmu menjelang hari ke-15 dimulai. Gerimis tipis tengah malam ini, aku ingat lagi padamu. Ingatan yang tak akan kunjung…
Malam Di Blandongan
Cerpen: Dwi Intan Humaira Aku membuka pembincangan seraya meletakkan ransel di kursi ketika Dige duduk lalu menatapku. Ia tersenyum. Senyum pelenyap suara bising di langit-langit Blandongan. Sambari menunggu pesanan datang,…
Percakapan Senja yang Patah
Fiksi Mini: Didik Hariyanto Menjelang senja sesuatu terjadi dalam sekejap rasa dan prasangka yang menjalar ke syaraf-syaraf otak. Tak berhenti menusuk-nusuk pikiran dan perasaan. Semacam ada luka semacam nyeri akan…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
