PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo membuka peluang kerja bagi 16 pencari kerja melalui pelatihan keterampilan barista. Selama 20 hari, peserta akan dibekali kemampuan meracik kopi sekaligus berpeluang direkrut oleh perusahaan di sektor perhotelan dan usaha kopi.
Pelatihan tersebut dibuka Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo, Saniwar, di Hotel Nadia, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Selasa, 27 Oktober 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja usia produktif agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Sebanyak 16 peserta berasal dari Kecamatan Kuripan, Sumber, Lumbang, Wonomerto, Tongas, dan Sukapura. Mereka akan mempelajari keterampilan meracik kopi serta kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk bekerja sebagai barista.
Saniwar mengatakan pelatihan dirancang agar keterampilan peserta sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah daerah berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan pencari kerja, tetapi juga memperluas kesempatan mereka memperoleh pekerjaan.
“Pelatihan ini kami laksanakan untuk meningkatkan keterampilan para pencari kerja usia produktif. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, mereka memiliki kompetensi sebagai barista sehingga bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo,” kata Saniwar.
Peluang kerja menjadi salah satu target program tersebut. Menurut Saniwar, enam peserta terbaik berpeluang direkrut menjadi karyawan Aworjiwa Group. Peserta yang memenuhi kriteria perusahaan juga berkesempatan bekerja di hotel-hotel kawasan Gunung Bromo yang membutuhkan tenaga barista terampil.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada pemberian keterampilan saja, tetapi juga membuka akses peserta menuju dunia kerja. Adanya peluang rekrutmen bagi peserta terbaik menjadi kesempatan yang perlu dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Untuk melindungi peserta selama pelatihan, Disnaker juga mendaftarkan seluruh peserta sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi selama kegiatan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Saniwar meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi. Ia berharap pelatihan berbasis kebutuhan dunia usaha dapat mempertemukan pencari kerja dengan peluang kerja yang tersedia.
“Target kami, peserta memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk bekerja. Kami ingin pelatihan ini memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun bagi upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran,” kata Saniwar.




