Ditengah Virus Corona Menyebar, Gunung Merapi Malah Erupsi

Gunung Merapi Erupsi (foto: cnnindonesia)
Gunung Merapi Erupsi (foto: cnnindonesia)

PILIHANRAKYAT.ID, Dalam kondisi virus corona seperti sekarang masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam berinteraksi. Tak hanya itu, masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya juga dihimbau untuk berhati-hati terhadap gunung merapi yang sekarang baru erupsi.

Yang terdampak dalam erupsi Gunung Merapi itu di lereng sisi Magelang, kini dilaporkan lereng sisi Boyolali juga mulai diguyur hujan abu. Sekali lagi untuk berhati-hati yang ada di bawah lereng merapi.

Kadus Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Maryanto, memaparkan, hujan abu yang terjadi di wilayahnya yang merupakan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. “Hujan abu tipis disini,” ujarnya, Jumat (27/3/2020).

Baca juga  Hujan Buatan, Opsi Kekeringan di Kalbar

Erupsi yang disertai suara gemuruh selama beberapa menit itu sempat membuat warga di lereng Gunung Merapi dan berjarak sekitar 3,5 km dari puncak itu panik. Warga langsung keluar rumah dan yang sedang berada di ladang lari pulang.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra. “Di Desa Tlogolele khususnya KRB III atau Dusun Stabelan, Takeran, masyarakat sempat panik. Tetapi saat ini sudah kembali normal. Yang ke ladang tetap ke ladang, yang memasak juga memasak. Dan hanya terjadi hujan abu tipis,” kata Neigen.

Baca juga  Menteri Susi Pudjiastuti Dorong Lulusan STP Perkuat Sektor KP Bardaulat

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada pukul 10.56 WIB siang tadi. Informasi akun twitter resmi @BPPTKG menyebutkan erupsi tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 7 menit.

Teramati tinggi kolom erupsi kurang lebih 5.000 meter dari puncak dan arah angin saat erupsi ke arah barat daya. Tingkat aktivitas Merapi saat ini dalam status waspada. (Rifa’i/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *