Jaman Now, Suatu Kemajuan Dan Kemunduran

0
Zaman Now (foto: ist)
Zaman Now (foto: ist)

Oleh : Anang Imamuddin

PILIHANRAKYAT.ID, Era modern dan revolusi industri 4.0 adalah lompatan kemajuan terutama di bidang teknologi yang sangat cepat. Peradaban wartel, dilanjutkan telpon genggam dan warnet terasa baru kemarin digantikan peradaban internet di dalam genggaman.

Kemajuan teknologi ini sangat bermanfaat terhadap kehidupan kita. Yang jauh menjadi dekat, yang lama menjadi cepat yang rumit pun menjadi mudah. Semua urusan kita sangat terbantu oleh kemajuan teknologi tersebut.

Ada fenomena simbah yang sangat pintar, tau segala macam hal disaat ini. Dia adalah mbah google…😊.

Banyak sekali kemanfaatan dari lompatan atau revolusi ini. Tetapi, kemajuan teknologi ini tentunya punya dampak dampak yang harus kita waspadai terutama untuk kita manusia sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat.

Penulis lahir dan hidup di desa. Dengan segala pengalaman guyub rukun, gotong royong, tatakrama, sopan santun dan masih banyak kearifan lokal yang membentuk karakter serta mental kita menjadi manusia yang ideal secara ilmu sosiologi.

Fenomena kumpul bareng secara fisik, fenomena rembug bareng sambil bergurau dan bercerita adalah suatu fenomena yang hangat dan tak terlupakan.

Begitu juga di tempat kerja atau tempat aktivitas yang lain. Cukup terasa begitu hangatnya arti sebuah silaturahim.

Baca juga  Mantap! Lulusan SMA Badridduja Lulus Ke Cairo

Jaman Now, sebuah istilah yang simpel tetapi mengandung arti dikotomi yang sangat lugas. Pembeda antara orang dulu dan orang sekarang, pembeda antara kaum muda dan kaum tua, dikotomi antara yang melek teknologi dengan yang gagap teknologi.

Kemajuan teknologi dan kemunduran sosiologi. Itu analisis yang terjadi sekarang ini. Teknologi informasi dengan adanya berbagai macam media sosial melunturkan sendi sendi sosiologi. Silaturahim dengan hati dan fisik seolah olah sudah terwakili dengan redaksi di whatsap. Sambung rasa mulai lemah, tautan hati antar satu manusia dengan manusia lain mulai pudar.

Di saat kita berkumpul bersama teman, semua sibuk dengan hand phone nya masing masing. Yang dekat terasa jauh, justru yang jauh terasa dekat. Unggah ungguh, sopan santun pun luntur karena medsos tidak mengajarkan itu.

Bahkan seorang guru bangsa, Cak Nun pernah mengatakan kalau kemajuan teknologi ini adalah “Puncak Kepengecutan Tertinggi” dari peradaban manusia. Dulu, kalau ada dua orang mau berkelahi mereka satu lawan satu menggunakan tangan kosong. Setelah itu munculah pedang, selanjutnya tombak senjata yang lebih panjang. Disaat selanjutnya diciptakanlah pistol, senapan, meriam sampai sekarang ada namanya rudal. Tetapi, jaman now berkelahi tidak harus berhadap hadapan langsung, tidak perlu senjata, cukup sambil berbaring atau sambil minum kopi sudah terjadi perkelahian dahsyat di medsos..😂. Saling mengejek, menghina, membully bahkan menista agama hanya lewat medsos. Prihatin terhadap semua fenomena ini.

Baca juga  Kapolres Dan PMII Banyuwangi Sepakat Jaga Banyuwangi

Kemajuan teknologi tidak bisa kita hindari. Itu adalah buah dari akal dan kecerdasan manusia. Tetapi bijak berteknologi serta menjadi insan manusia yang berbudi serta terus membangun sendi sendi silaturahmi di bumi harus terus kita jaga.

Egoisme, individualisme harus kita kikis dengan silaturahmi cara Jaman Old, jaman dulu ketika orang orang tua kita mengajak “ujung” ketika Idul Fitri dan silaturahim yang kongkrit lainnya. Saling mengunjungi, saling menyapa di dunia nyata tidak hanya di dunia maya.

Demikian sedikit tulisan keprihatinan pemuda desa terhadap majunya tekonologi saat ini terutama teknologi infomasi. Dengan tetap mempertahankan kita sebagai makhluk sosial.

Salam Dari Desa.

“Dari Ndeso Untuk Indonesia”

Muntilan, 7 September 201

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here