PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Jawa Timur masih menghadapi kondisi cuaca kering pada Kamis, 1 Oktober 2026. Meski demikian, hujan lokal masih berpeluang turun di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian wilayah Jawa Timur masih berada dalam periode hari tanpa hujan yang cukup panjang. Kondisi atmosfer yang relatif kering membuat curah hujan di sejumlah wilayah tetap rendah.
Cuaca kering juga berpengaruh terhadap kondisi suhu udara. Minimnya tutupan awan pada siang hari dapat membuat suhu terasa lebih panas. Masyarakat diimbau memperhatikan kebutuhan cairan dan membatasi aktivitas yang berisiko memicu kebakaran di lahan terbuka.
Namun, kondisi kering bukan berarti hujan sepenuhnya absen. Pertumbuhan awan konvektif masih dapat terjadi secara lokal dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Jawa Timur masih berpotensi mengalami curah hujan rendah pada awal Oktober. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama di daerah yang telah mengalami kekeringan dan hari tanpa hujan cukup panjang.
Potensi hujan lokal juga dapat disertai perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu memantau perkembangan prakiraan cuaca di wilayah masing-masing.
Kondisi kering turut meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika angin dan kondisi vegetasi kering mendukung penyebaran api.
BMKG mengimbau masyarakat mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Prakiraan cuaca bersifat dinamis sehingga pembaruan informasi perlu dipantau sebelum melakukan aktivitas, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami perubahan cuaca secara cepat.




