PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Kabar wafatnya Epy Kusnandar, aktor yang melekat lewat perannya sebagai Kang Mus dalam Preman Pensiun, kembali menyeret perhatian publik pada riwayat panjang penyakit yang pernah menggerogoti tubuhnya. Meski keluarga belum memberikan keterangan mengenai penyebab pasti kematian, jejak sakit yang dialami Epy sebelumnya menyisakan gambaran tentang perjuangan panjang seorang pekerja seni di tengah ancaman kesehatan yang tak sederhana.
Epy pertama kali didiagnosis mengidap kanker otak pada 2010–2011. Temuan medis itu mengejutkan: dokter memprediksi sisa hidupnya hanya sekitar empat bulan. Namun aktor kelahiran 1964 itu memilih menepis vonis tersebut. Ia menjalani perawatan dan berpegang pada ketenangan batin sebagai bagian dari upaya pemulihan. Dalam beberapa wawancara, ia bahkan menyebut dirinya “sembuh” meski tetap hidup dengan bayang-bayang risiko kambuhan.
Di tengah aktivitasnya yang kembali normal, gangguan kesehatan lain menghampiri. Sekitar 2020, Epy mengalami stroke ringan. Efeknya terasa jelas: sisi kiri tubuhnya melemah, penglihatannya menurun, dan mata kirinya sempat mengalami kebutaan sebagian. Kondisi itu membuat mobilitasnya terbatas, meski ia tetap tampil di sejumlah produksi film dan sinetron.
Riwayat kanker otak dan stroke tersebut kembali menjadi sorotan setelah kabar kematiannya tersebar pada 3 Desember 2025. Meski publik menduga dua penyakit itu memiliki peran besar, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan keduanya dengan penyebab wafatnya pria 61 tahun tersebut. Keluarga hanya menyampaikan bahwa Epy telah berpulang tanpa merinci kondisi medis terkininya.
Selama bertahun-tahun, Epy menjalani hidup dengan ritme yang ia atur sendiri. Ia tetap berakting, membuka usaha kecil, dan mempertahankan gaya hidup sederhana. Dalam banyak pengakuannya, semangat itu muncul karena ia pernah merasa “dipinjamkan waktu lebih lama” dari vonis pertama dokter. Perjalanan hidupnya berubah menjadi rangkaian perlawanan sunyi terhadap tubuh yang kian rentan.
Kini, usai kepergiannya, yang tersisa bukan hanya duka dan kehilangan, melainkan juga kesadaran bahwa di balik karakter keras dan tegas Kang Mus, ada jasad rapuh yang bertahun-tahun bertarung tanpa banyak keluhan. Riwayat penyakit Epy Kusnandar bukan sekadar catatan medis, melainkan potret perjuangan seorang aktor yang terus bekerja meski tubuhnya memberi sinyal untuk berhenti.




