Daerah  

Kasus ISPA di Jawa Timur Tembus 1,4 Juta, Melonjak Saat Musim Kemarau

PILIHANRAKYAT.ID, Jatim-Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Jawa Timur meningkat tajam sepanjang 2026. Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat sekitar 1,4 juta kasus ISPA pada periode Januari hingga Agustus 2026.

Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 1,1 juta kasus. Peningkatan paling mencolok terjadi pada Agustus dengan lebih dari 200 ribu kasus dalam sebulan.

“Memang meningkat dua kali lipat, 200 ribuan lebih di bulan Agustus kemarin. Paling banyak di Surabaya sama Malang Raya. Nah, pas musim kemarau, itu kasusnya meningkat,” kata Emil.

Emil mengatakan pemerintah daerah terus mengantisipasi peningkatan kasus tersebut, terutama dari sisi kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit yang menjadi rujukan diminta memastikan ketersediaan layanan dan obat-obatan.

Baca juga  Superflu Muncul di Jatim, Eri Cahyadi: Warga Harus Segera Periksa Bila Bergejala

“Harus dipastikan, rumah sakit kalau dirujuk siap nangani, obat tersedia. Nah, dua faktor ini sampai saat ini masih terkendali. Jadi, kalau ada yang punya keluhan, jangan segan-segan datang ke layanan kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono mengatakan ISPA dengan gejala seperti batuk, demam dan pilek dapat disebabkan berbagai virus maupun bakteri. Karena itu, peningkatan kasus tersebut belum dapat langsung dikaitkan dengan satu jenis penyakit atau virus tertentu.

Menurut Erwin, sejumlah virus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan antara lain influenza, Covid-19 dan berbagai virus lainnya. Kementerian Kesehatan saat ini melakukan pemantauan melalui 88 site sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Temuan virus tertentu di satu daerah, kata dia, tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh Indonesia.

Baca juga  Cuaca Jatim 18 Juli 2026: Cerah Berawan Mendominasi, Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

Erwin menjelaskan cuaca panas dan kering pada musim kemarau, ditambah paparan polusi, dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap infeksi saluran pernapasan. Penularan juga dapat terjadi melalui droplet ketika seseorang batuk atau bersin.

“Rentan ini memudahkan virus masuk. Jadi dua, antara cuaca dan memang antara virus yang relatif mudah menular,” kata Erwin.

Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya itu menyarankan masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan cukup beristirahat dan memenuhi kebutuhan nutrisi. Ia juga mengimbau masyarakat menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan, termasuk merokok.

Erwin mengatakan secara umum ISPA dapat sembuh dengan sendirinya dalam rentang tujuh hingga 14 hari. Namun, masyarakat yang mengalami keluhan dianjurkan memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapat penanganan sesuai kondisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *