PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Cuaca Jawa Timur pada Senin, 21 September 2026, masih didominasi kondisi kering seiring berlangsungnya musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap memantau perubahan cuaca, termasuk kondisi perairan.
BMKG menyebut atmosfer di sebagian wilayah selatan Indonesia masih relatif kering. Fenomena El Niño turut memengaruhi kondisi tersebut dengan mengurangi pasokan kelembapan di sejumlah wilayah Indonesia.
Meski kemarau masih dominan, potensi hujan lokal tetap ada di sejumlah wilayah. Kondisi atmosfer yang dinamis dapat memicu perubahan cuaca dalam waktu singkat, terutama di daerah tertentu yang memiliki faktor lokal pendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain cuaca daratan, BMKG memberikan perhatian terhadap kondisi perairan Jawa Timur. Angin di sejumlah wilayah perairan Jatim diprakirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 5–27 knot.
Gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Sementara itu, sejumlah perairan lain di Jawa Timur berpotensi mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter. Kondisi tersebut antara lain dapat terjadi di perairan Masalembo, Bawean, Tuban, Lamongan, Gresik bagian utara, serta perairan utara Madura.
Kondisi kemarau juga membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca kering, termasuk potensi kekeringan dan kebakaran lahan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di wilayah yang vegetasinya mudah terbakar.
BMKG meminta masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, memeriksa perkembangan cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas. Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.




