PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Di tengah peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, DPD LSM LIRA Kabupaten Probolinggo memilih pendekatan yang tak biasa: mengajak mahasiswa dan publik “Ngaji Anggaran”. Forum yang digelar di sebuah kafe di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Selasa (9/12/2025), itu menjadi ruang diskusi tentang bagaimana uang rakyat direncanakan dan digunakan.
Diskusi berlangsung dengan menghadirkan Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani, Wakil Ketua DPRD Didik Humaidi, Gubernur LIRA Jawa Timur Samsudin, serta aktivis anggaran Mauli Fikr. Selain membedah tata kelola APBD, peserta juga mendeklarasikan diri sebagai “Masyarakat Antikorupsi”.
Bupati LIRA Kabupaten Probolinggo, Salamul Huda, menyebut forum ini dirancang agar publik termasuk mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih konkret mengenai proses anggaran. “Kita ingin ada ruang bersama antara DPRD, Pemkab, dan aktivis untuk mendalami anggaran 2026, agar masyarakat juga bisa mengawal,” ujar Salam.
Ia menegaskan bahwa LIRA memberi perhatian khusus pada sejumlah pos dalam rencana APBD 2026. Fokusnya adalah memastikan anggaran tak hanya terserap, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. “Kami lebih menyoroti pencegahan agar anggaran tidak disalahgunakan. Harus betul-betul kembali ke pembangunan,” kata dia.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala BPPKAD Kristiana Ruliani menyambut baik forum semacam ini. Menurutnya, diskusi publik semacam Ngaji Anggaran justru menjadi pintu masuk bagi lahirnya kritik konstruktif. “Kritik itu diperlukan agar Pemkab bisa memperbaiki diri. Baik dalam soal keuangan maupun aspek lain,” ujar Kristiana.
Ia menambahkan, komitmen antikorupsi tak bisa hanya berhenti sebagai slogan. “Kabupaten Probolinggo harus membangun budaya antikorupsi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat kami dukung,” kata Kristiana.




