Memaknai Toleransi dari Suku Tengger

- Advertisement -

Oleh: Tan Hamzah*

Masyarakat Tengger dikenal sebagai salah satu suku yang tetap memegang erat tradisi dan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka. Berbagai perayaan dan kebiasaan adat setempat tetap bertahan di tengah arus modernitas saat ini.

Budaya masyarakat Tengger hampir mirip dengan Bali, mungkin salah sau faktor yang mempengaruhinya yakni agama. Sebagian besar suku Tengger masih menganut agama Hindu, dan sebagian beragama Islam. Kedua agama tersebut saling membaur di masyarakat tanpa mengundang konfik identitas agama.

Budaya toleransi memang sudah diajarkan oleh masyarakat setempat mulai sejak dini, pendidikan sekolah juga mendukung hal tersebut. Di salah satu sekolah di daerah Pandansari, Kecamatan Sumber, Probolinggo tempat penulis mengajar, setiap hari Jum’at pagi rutin diadakan kegiatan keagamaan di sekolah tersebut. Pada waktu pagi sebelum mulai belajar formal, murid diajak untuk sholat duha dan mengaji bersama bagi yang muslim, sedangkan tepat disebelahnya murid yang beragama Hindu juga melakukan sembahyang dan membaca pujian Bhagava Ghita. mereka beribadah secara bergantian, Hindu beribadah terlebih dahulu kemudian Islam.

Baca juga  Fenomena Kulminasi; Hari Tanpa Bayang Terjadi di Yogyakarta Hari Ini!

Keseharian mereka juga tidak terlalu mengusik masalah agama, mereka saling bertukar salam ketika bertemu, misal mengucapkan assalamualaikum bagi muslim, dan mengucapkan Hung Ulung Basuki Langgeng bagi yang agama Hindu, yang salam kedua juga merupakan salam khas suku Tengger.

Jika suatu agama mempunyai ciri khas atau simbol, agama Islam tentu juga ada. jika sebagian orang mengganggap bahwa jilbab/kerudung merupakan identitas Islam, maka di suku Tengger hal itu membingungkan, karena warga non muslim juga memakainya, hal itu bukan masalah syariat tapi menyesuaikan dengan kondisi alam yang sangat dingin, sehingga masyarakat juga butuh penutup kepala.

Baca juga  Putri Iis Dahlia Sebut India Jorok, Kareena Kapoor; Hati-hati Kalau Bicara

Hal unik yang juga ada di suku Tengger ialah, kuatnya kebersamaan dan gotong royong. Menurut penuturan warga, masyarakat disini sudah biasa membantu dan saling menghormati ketika agama lain melakukan ritual ibadah. Ketika puasa ramadhan, umat hindu biasanya menyiapkan takjil bagi tetangganya yang beragama Islam. Sedangkan yang Islam juga ikut membantu ketika umat Hindu mempunyai acara keagamaan, seperti kuningan dan galungan yang baru saja dilaksanakan sebelum idul adha.

Baca juga  Gubernur Khofifah Serius Menangani Kemiskinan Di Jatim

Kebiasaan hidup bertoleransi ini perlu dijaga dan dikembangkan, karena ciri inilah yang menjadi ciri khas Indonesia. Sejak zaman dulu nenek moyang kita telah mengajarkan, bahkan Islam masuk juga melalui dengan cara yang baik tanpa kekerasan, seperti yang tercermin dalam perjanjian serat Sabda Palon Naya Genggong dan Islam juga mengingatkan dalam surat al-kaafiruun untuk hidup menghargai perbedaan yang ada.

*( Kolumnis Lepas Jogja)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

DPD KNTI Tanjungbalai sesalkan Tidak Semua Nelayan Tradisional Mendapatkan Asuransi Nelayan

PILIHANRAKYAT.ID, Sumatera Utara-Senin Tanggal 4 Oktober PLT Walikota memimpin Apel pagi sekaligus pemberian asuransi ramayana untuk nelayan...

BEM PTAI : Tidak Masuk Akal TNI Disusupi PKI, Masyarakat Sudah Cerdas

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen...

Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...