Nyekar Ke Makam Leluhur, Ganjar Ingatkan Putra Sematawayangnya Dari Mana Dia Berasal

Purbalingga-Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia biasanya berbondong-bondong untuk ziarah kubur atau nyekar di makam keluarga. Salah satunya dilakukan oleh orang nomer satu di Jateng.

Ganjar Pranowo atau yang akrab di panggil Ganjar terlihat nyekar di makam keluarga Bani Hisyam Abdul Karim, Purbalingga, Minggu (11/4/2021). Mengenakan baju putih, Ganjar dan keluarga nampak khusuk membaca syahadat dan istighfar.

Orang nomor satu di Jawa Tengah tiba di pintu gerbang makam komplek Ponpes Sukawarah Roudlotus Sholikhin setelah adzan sholat asyar berkumandang. Dia dan rombongan langsung berjalan kemudian duduk bersila di samping makam leluhurnya.

Baca juga  Menata Diri Menjelang Ramadhan: Dari Persiapan Spiritual hingga Kesehatan

Dalam unggahan di sosial media miliknya, Ganjar mengatakan. “Dulu saya diajak ziarah bapak ibu ke makam simbah setiap menjelang puasa. Kini giliran saya dan istri ngajak anak lanang menziarahi simbahnya, leluhurnya. Agar tahu dr mana dia berasal dan ke mana semua berjalan. Mari kita selalu mendoakan orang tua kita. Semoga Ramadhan tahun ini kita dikaruniai bertambahnya iman, ketaqwaan dan kemanusiaan,” katanya.

Baca juga  Sinergi Lintas Sektor, Pemkot Probolinggo Perkuat Pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri

Selain melakukan nyekar dimakam leluhur, Ganjar juga tak luput dari rayuan ibu-ibu untuk membeli produk UMKM Purbalingga.

Ganjar Pranowo mengajak ngobrol penggiat UMKM Purbalingga

“Amiin..seneng banget kalau Bapak/Ibu Gubernur kerso ngagem batik ecoprint Purbalingga mudah-mudahan menjadi awal keberhasilan ecoprint Purbalingga umumnya dan kelompok batik eco print amanah Kertanegara, pada khususnya”kata ibu-ibu.

Rayuan ibu-ibu itu ternyata berhasil meluluhkan hati-Nya. Ganjar yang biasa memborong produk UMKM yang didatanginya, langsung membeli batik karya kelompok batik Exo print amanah Kertanegara.

Fahri Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *