PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Universitas UPN ‘Veteran’ Yogyakarta membicarakan soal keutuhan Pancasila Republik Indonesia. Agar kalangan mahasiswa bisa terus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan Indonesia.
Dalam acara diskusi yang bertema ‘Diskusi Kebangsaan, Mencari Pancasila’ yang dilakukan oleh Pusat Studi Pancasila (PSP) yang bertempat di Taman Timur Rektorat UPN Veteran, Juma’at (6/9), sangat penting untuk dijadikan pondasi kebangsaan kita.
Seperti apa yang kita ketahui banyak kalangan mahasiswa maupun masyarakat masih belum mengerti apa sesungguhnya pancasila itu. Oleh sebab itu, kita selaku penerus generasi bangsa, mampu memberikan penyadaran terhadap orang-orang yang masih belum mampu.
“Sekarang kita berbicara tentang pancasila secara etis dan filosofis masih membicarakan soal kebebasan dalam berbangsa dan bernegara. Hal itu tidak pas dengan asumsi-asumsi yang di lakukan oleh kalangan mahasiswa yang masih dikekang oleh urusan akademis” kata pemateri, Ach Riadi.
Riadi menambahkan bahwa Konsep kenegaraan kita sudah selesai. Akan tetapi, kita masih bingung untuk pengaplikasian terhadap siapa pengetahuan pencasila kita berikan. Sebab, Pancasila masih bersifat dinamis.
“Pancasila sangat dinamis, praktis, dan indah. Sebelum 17 Agustus rezim pertama Presiden Soekarno di tanya tentang konsep negara, dan sukarno diberi dua pertayaan yaitu republik apa kerajaan? Suekarno menjawabnya dengan lantang mengatakan Indonesia sebagai Negara Republik”, tuturnya ujar Riadi ketika di ajak wawancara oleh wartawan Pilihanrakyat di Selasar taman.
“Akan tetapi sukarno menjawab Indonesia harus republik. Artinya Suekarno sudah faham dengan masyarakat indonesia bahwasanya bisa dirangkul dengan keseluruhannya bisa dijadikan satu kesatuan untuk menjunjung tinggi persatuan indonesian,” ujar Riadi ketika di ajak wawancara oleh wartawan Pilihanrakyat di Selasar taman.
Acara diskusi kebangsaan, mencari Pancasila ini akan selalu diadakan di hari Juma’at. Dan pada Jum’at (6/9) ini adalah diskusi pertama yang diadakan oleh PSP.
Sebelumnya, Riadi juga mengatakan bahwa dalam konsep pancasila sudah mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang kaya akan Budaya, Ras, Etnis, maupun agama. Oleh sebab itu, konsep Bhineka Tunggal Ika sudah menjawab semua perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia. Apa lagi sudah jelas dalam UU Nomor 40 Tahun 2008. (Rifa’i/PR.ID)




