PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo memulai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui apel bersama di Alun-alun Kraksaan, Jumat, 9 Oktober 2026. Sejumlah agenda sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan disiapkan hingga November mendatang.
Kegiatan bertajuk Kick Off Hari Santri 2026 itu diikuti ratusan santri Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Kraksaan beserta para guru. Apel dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang mewakili bupati.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakiem Noer, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pengurus lembaga dan badan otonom NU. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon dan burung merpati oleh jajaran pemerintah daerah dan pengurus PCNU bersama perwakilan santri.
Ugas menyampaikan apresiasi kepada pesantren dan santri atas kontribusinya dalam perjalanan bangsa, termasuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Menurut dia, Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda pesantren dalam menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan pembangunan daerah.
“Sesuai tema Hari Santri Nasional 2026, ‘Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri’, santri diharapkan mampu merawat tradisi yang baik sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” kata Ugas.
Ia juga mendorong santri mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesantren, menurut dia, tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter, tetapi juga perlu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kata Ugas, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pesantren, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang bagi pengembangan kapasitas santri, pendidikan pesantren, dan kewirausahaan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakiem Noer mengatakan peringatan Hari Santri tahun ini diisi sejumlah kegiatan yang diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Agenda tersebut melibatkan berbagai lembaga dan badan otonom di lingkungan NU.
“PCNU Kraksaan mempunyai beberapa agenda strategis ke depan selama satu bulan ini di bulan Oktober. Dari mulai hari ini ada beberapa kegiatan yang perlu kami sampaikan,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjadwalkan khitan massal bagi 50 peserta di daerah terpencil pada 18 Oktober 2026. LKNU juga akan menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Kecamatan Banyuanyar pada 17 Oktober. Adapun bakti sosial berupa layanan jaminan kesehatan gratis, donor darah, dan pengobatan alternatif dijadwalkan berlangsung di Sumberanyar, Paiton, pada 22 Oktober. Khitan massal berikutnya direncanakan digelar di depan Kantor Bupati Probolinggo pada 31 Oktober.
Di bidang lingkungan, Kemaritiman NU menjadwalkan penanaman mangrove di Pantai Duta pada 24 Oktober. Kegiatan dilanjutkan dengan agenda Seven Beaches pada 14 November dan penanaman pohon di Kraksaan pada 28 November.
Sejumlah lembaga NU juga menyiapkan agenda pendidikan dan penguatan organisasi. LTMNU menggelar pelatihan operator pada 10 Oktober dan pembinaan tasharruf dana bagi bendahara masjid pada 20 Oktober. Ma’arif NU menjadwalkan Jambore Santri Ma’arif di Bumi Perkemahan Sentulan, Banyuanyar, pada 23-25 Oktober.
Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU menggelar lomba mewarnai logo NU untuk tingkat raudhatul athfal (RA) pada 17 Oktober, jalan sehat bersarung di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Klaseman pada 18 Oktober, serta upacara Hari Santri di Alun-alun Kraksaan pada 22 Oktober. Lembaga tersebut juga mengadakan lomba video profil pondok pesantren yang berlangsung hingga 10 Oktober.
Agenda lain meliputi kajian Aswaja dan ke-NU-an oleh Asnuter NU, Bahtsul Masa’il oleh LBM NU di Pondok Pesantren Islamiyyah Syafi’iyyah Paiton pada 18 Oktober, serta ziarah tokoh NU melalui kegiatan Santri Sowan Kiai oleh LDNU pada 11 Oktober. LDNU juga menjadwalkan seminar di Kantor PCNU pada 17 Oktober.
Di bidang pemberdayaan masyarakat, Fatayat NU merencanakan roadshow ke sejumlah pondok pesantren. Lakpesdam NU akan menggelar temu kader dan solidaritas di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jatiurip, Krejengan, pada 29 Oktober. LKKNU juga menyiapkan seminar bertajuk “Membangun Santri Hebat” melalui gerakan pendewasaan pernikahan dan anti-perundungan di Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyah Kraksaan pada 17 Oktober.
LKKNU turut menjadwalkan program Peduli Santri Sehat melalui donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Islamiyyah Syafi’iyyah, Sumberanyar, Paiton, pada 22 Oktober. Sementara itu, GP Ansor menggelar dirosah ula di Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim pada 6-18 Oktober.
Muslimat NU juga menyiapkan sosialisasi sejumlah program, yakni Mustika Mesem atau Muslimat Cantik Mengentas Kemiskinan Ekstrem, Mustika Darling untuk kesadaran lingkungan, serta Mustika Segar untuk kesehatan dan kebugaran pada 21 Oktober. Organisasi tersebut juga menjadwalkan dzikir dan doa bersama Hari Santri dengan Majelis Dzikir Muslimat An-Nahdliyah pada 25 Oktober.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PCNU Kraksaan berharap peringatan Hari Santri tidak berhenti pada seremoni. Pengabdian santri diharapkan hadir melalui aksi nyata di tengah masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, penguatan pendidikan, pemberdayaan sosial, hingga pelestarian lingkungan.




