PILIHANRAKYAT.ID,Jember- Dalam penyaringan bakal calon kepala daerah akan segera dilakukan oleh PDI-P di Jember, Jawa Timur. Hal itu saling bersaing yang di rekomendasikan oleh PDI Perjuangan untuk ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember tahun 2020.
“Ada 13 orang yang mengambil formulir pendaftaran calon kepala daerah. Namun hanya satu orang atas nama Eko Heru Sunarso yang tidak mengembalikan formulir tersebut hingga batas akhir pendaftaran, sehingga 12 orang yang mengembalikan formulir pendaftaran, ” kata Ketua Tim Tujuh Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah PDIP Jember Widarto, Minggu (15/9/2019).
Dari 13 orang yang mengambil formulir, hanya satu yang tidak menyerahkan formulir. Jadi tinggal 12 orang saja yang sudah menyerahkan formulir sebelum pendaftaran ditutup. Dari 12 nama-nama itu yang akan terus dibawak ke tataran pusat.
Diantara yang sudah, mengembalikan formulir yakni Hendy Siswanto (pengusaha Jember), Rasyid Zakaria (Kepala BPBD Jember), Abdus Salam (pengusaha properti Jember), Ali Assegaf (Ketua Lembaga Pemikiran Islam Bung Karno), Abdul Kholiq Azhari (dosen FISIP Unej), Kusbandono (aktivis difabel Jember).
Selanjutnya Haidar Ulum (Sekretaris Banteng Muda Indonesia), Zulkifli (mantan Kades Sukowono), Achmad Anis (mantan Ketua KPU Jember), Abdul Rahman (panitera Pengadilan Agama Jember), Bambang Wahjoe Sudjono (Sekretaris DPC PDIP Jember), dan terakhir Bupati Jember Faida.
“Seluruh formulir calon kepala daerah sudah kami terima dan tahapan selanjutnya yakni verifikasi dan validasi dokumen yang akan dilaksanakan pada 15-16 September 2019,” katanya.
Setelah berkas diverifikasi, lanjut dia, seluruh formulir pendaftaran calon kepala daerah akan dikirimkan ke DPD PDIP Jawa Timur dan diteruskan ke DPP PDIP, sehingga tugas Tim Tujuh Penjaringan sudah selesai setelah melakukan verifikasi berkas pendaftaran.
“Tugas kami hanya melakukan penjaringan saja dan yang menentukan siapa yang mendapat rekomendasi sebagai calon kepala daerah diserahkan sepenuhnya pada DPP PDIP,” ujarnya.
Dari 12 orang yang sudah terdaftar, satu orang yang mempunyai keinginan menjadi calon kepala daerah dari penyandang difabel daksa Kusbandono mengaku maju sebagai calon bupati Jember karena ingin membawa visi pelayanan publik yang inklusi. Selama ini stigma negatif selalu dialami oleh penyandang disabilitas.
“Saya ingin mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya, kemudian inklusivitas layanan publik, dan keadilan dalam kesempatan kerja bagi semua orang sesuai dengan slogan tagar #CakKusBisa,” katanya. (Rifa’i/PR.ID)




