PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Pemerintah Kabupaten Pasuruan menormalisasi 11 titik sungai dan saluran air yang kerap menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran air dan menekan risiko luapan saat hujan deras.
Normalisasi dilakukan di beberapa kecamatan rawan banjir, di antaranya Rejoso, Lekok, Grati, Kraton, Bangil, Rembang, Gondangwetan, dan Gempol. Pengerjaan meliputi pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah, serta pelebaran alur sungai yang menyempit.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan menyebut sebagian sungai yang dinormalisasi berada di bawah kewenangan provinsi. Namun, pemerintah daerah tetap turun tangan karena dampak luapan air langsung dirasakan warga.
Pemkab Pasuruan mengalokasikan sekitar Rp 1,8 miliar dari APBD Perubahan untuk program tersebut. Normalisasi ditargetkan rampung sebelum puncak musim hujan agar potensi banjir dapat ditekan.




