PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Gelora Kraksaan kembali menuai sorotan. Kondisi yang dinilai masih semrawut diperparah dengan adanya penarikan uang yang tidak jelas asal-usul dan peruntukannya. Situasi ini memicu keresahan di kalangan PKL dan sempat viral di media sosial TikTok.
Seorang PKL berinisial M mengungkapkan bahwa penarikan yang terjadi memiliki alasan yang berbeda-beda. Kepada Pilihanrakyat.id, M mengatakan dirinya sempat dimintai uang dengan dalih untuk “nyawer”.
“Kalau ke saya katanya buat nyawer,” kata M saat ditemui wartawan, Selasa malam (6/1/2026).
PKL lain menyebut penarikan tersebut diklaim untuk kegiatan santunan anak yatim. Namun, tidak adanya pemberitahuan resmi maupun kejelasan mekanisme membuat para pedagang merasa dirugikan.
“Dulu hampir setiap Minggu ada penarikan. Kadang bukan uang, tapi minuman segelas. Katanya buat bayar artis yang nyanyi di lokasi PKL Gelora,” ujar seorang pedagang.
Menurutnya, nominal kecil sekalipun tetap memberatkan.
“Bagi kami uang dua ribu itu besar, Mas. Apalagi kalau dagangan belum laku sama sekali,” imbuhnya.
Keresahan tersebut kian menguat lantaran penarikan dilakukan tanpa dasar yang jelas dan di tengah kondisi PKL yang masih berjuang memenuhi kebutuhan harian.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima koordinasi terkait penarikan tersebut.
“Tidak ada koordinasi sebelumnya. Kalau ke depan ada penarikan dalam bentuk apa pun, harus ada koordinasi yang jelas,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (6/1/2026).
Sugeng menegaskan, kawasan Gelora Kraksaan merupakan aset pemerintah daerah yang seharusnya dikelola secara resmi oleh pemerintah.
“Gelora itu aset pemerintah. Pengelolaannya harus jelas dan tertib,” katanya.
DKUPP, lanjut Sugeng, dalam waktu dekat akan melakukan penataan ulang PKL di kawasan Gelora Kraksaan guna mencegah konflik dan keresahan yang berulang.
“Minggu-minggu ini akan kami rapikan agar tidak terus menimbulkan keresahan, baik bagi pedagang maupun masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para PKL untuk menjunjung sportivitas dalam mencari rezeki dan tidak saling merugikan satu sama lain.
“Cari rezeki yang baik, jangan saling sikut. Mari sama-sama tertib,” pungkas Sugeng.




