PLN Pasang Tiang Listrik Tanpa Izin, Petani di Madiun Kecewa

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Madiun-Pemasangan tiang listrik di persawahan Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun menjadi polemik. Pemilik sawah keberatan dan kecewa karena pemasangan tersebut dinilai tanpa izin dan pemberitahuan terlebih dahulu.

Dua pemilik sawah di Desa Kaibon kaget ada tiang beton di sawah mereka. Tiang listrik milik PLN tersebut sudah terpasang sejak Agustus lalu.

“Selama ini tidak ada pemberitahuan, tahu-tahu langsung dipasang. Nggak ada izin dari saya,” kata seorang petani sekaligus pemilik sawah, Samiran di Madiun, Rabu (20/11/2019).

Pria berusia 67 tahun itu menyayangkan sikap PLN yang tidak meminta izin terkait pemasangan tiang beton di sawahnya. Total ada 7 tiang beton di sawahnya yang otomatis mengurangi luasan lahan untuk ditanami padi. Ia meminta PLN untuk mencabut tiang-tiang tersebut.

Baca juga  Hari Anti Korupsi Sedunia, Menteri Keuangan; Hapus Tuntas Orang Yang Korupsi

“Keberadaan tiang PLN sebanyak tujuh beton di area sawah saya dan tentunya akan mengurangi luas sawah yang dapat ditanami padi,” imbuhnya.

Menurut Samiran, enam tiang listrik lainnya menancap di sawah milik Bandi (56), warga Desa Kaibon juga.

“Total ada 13 tiang. Kita khawatir bila tiang beton itu mengalirkan listrik ke sawah saat terjadi hujan. Siapa yang akan bertanggung jawab,” tambahnya.

Baca juga  Pakar Hukum Pidana Nilai RKUHP Berbau Kolonial

Ia berpendapat, seharusnya pemasangan tiang listrik tersebut atas persetujuan dirinya selaku pemilik sawah. Oleh sebab itu, ia meminta pihak terkait agar segera mencabut tiang beton itu, apabila tidak ada ganti rugi.

Baca juga  Gubernur Gorontalo; Sektor Pertanian Menjadi Perhatian Kemenperin

“Kalau menggarap lahan kan jadi keganggu, seharusnya kan dipasang di jalan, bukan di sawah. Kalau bisa diparingi (diberi) ganti rugi. Kalau tidak, dicabut juga tidak apa-apa,” lanjutnya.

Sementara Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Toa Situmorang belum bisa memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Menurutnya, PLN dan warga akan menggelar mediasi pada Kamis (21/11) pagi. 

“Gini aja, besok rencana mau ada mediasi warga dan PLN bersama lurah Hasim,” ujarnya. (Noeris/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...